PELAYAN KHUSUS

JEMAAT GPM TIAKUR

Dipilih untuk Teguh Mengasihi

ELIORA NEWS

TUHAN ADALAH CAHAYAKU

"CAHAYA, KEJERNIHAN, DAN KEBENARAN"

Sidang GPM Tiakur Setujui 14 Program Anggaran Rp2,4 Miliar

TIAKUR, jemaatgpmtiakur.com – PERSIDANGAN Ke-XII Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Tiakur resmi menyetujui 14 program dengan 51 kegiatan dan 33 rekomendasi, serta mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Jemaat (APBJ) berimbang sebesar Rp2.473.365.547 untuk tahun 2026. Keputusan ini ditetapkan melalui ketuk palu sidang yang berlangsung di Gedung Gereja Eliora, Minggu (22/3/2026).

Persidangan Ke-XII Jemaat GPM Tiakur yang berjalan sukses menghasilkan delapan Surat Keputusan Persidangan yang menjadi landasan pelayanan jemaat untuk tahun 2026 dan lima tahun ke depan.

Keputusan pertama, Nomor 01/KLM-JTK/PJ-12/3/2026, menetapkan peserta Persidangan Ke-12 Jemaat GPM Tiakur Tahun 2026 yang terdiri dari majelis jemaat, pengasuh, pengurus unit pelayanan, dan utusan dari berbagai sektor di lingkungan jemaat.

Keputusan kedua, Nomor 02/KLM-JTK/PJ-12/3/2026, mengatur jadwal acara Persidangan Ke-12 Jemaat GPM Tiakur Tahun 2026 yang meliputi pra-sidang dan sidang pleno dengan berbagai agenda pembahasan dokumen pelayanan dan keuangan jemaat.

Keputusan ketiga, Nomor 03/KLM-JTK/PJ-12/3/2026, mengesahkan Laporan Umum Pelayanan dan Keuangan Jemaat GPM Tiakur Tahun 2025 sebagai bentuk akuntabilitas pelayanan dan pengelolaan keuangan jemaat selama satu tahun.

Keputusan keempat, Nomor 04/KLM-JTK/PJ-12/3/2026, mengesahkan Rencana Pengembangan Pelayanan Jemaat (RPPJ) GPM Tiakur Tahun 2026-2030 yang memuat visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, serta program-program kerja untuk lima tahun ke depan.

Keputusan kelima, Nomor 05/KLM-JTK/PJ-12/3/2026, menetapkan pembentukan Komisi Kerja Persidangan Ke-12 Jemaat GPM Tiakur Tahun 2026 yang bertugas membahas berbagai dokumen dan merumuskan rekomendasi sidang.

Keputusan keenam, Nomor 06/KLM-JTK/PJ-12/3/2026, menetapkan Program Pelayanan Jemaat GPM Tiakur Tahun 2026 yang terdiri dari 14 program dengan 51 kegiatan yang akan dilaksanakan sepanjang tahun.

Keputusan ketujuh, Nomor 07/KLM-JTK/PJ-12/3/2026, mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Jemaat GPM Tiakur Tahun 2026 dengan total anggaran berimbang sebesar Rp2.473.365.547. Anggaran ini mencakup berbagai pos pendapatan dan belanja untuk mendukung seluruh program pelayanan jemaat.

Keputusan kedelapan, Nomor 08/KLM-JTK/PJ-12/3/2026, menetapkan 33 rekomendasi, pesan persidangan, dan ucapan terima kasih Persidangan Ke-12 Jemaat GPM Tiakur Tahun 2026 yang ditujukan kepada berbagai pihak yang telah mendukung pelayanan jemaat.

Anggaran sebesar Rp2,4 miliar yang disahkan dalam persidangan ini menunjukkan komitmen jemaat untuk melaksanakan program-program pelayanan secara optimal. Anggaran tersebut akan digunakan untuk membiayai 14 program yang mencakup berbagai aspek pelayanan, mulai dari pembinaan rohani, pendidikan kristiani, pelayanan diakonia, pengembangan sumber daya manusia, hingga pemeliharaan sarana dan prasarana gereja.

Sebanyak 51 kegiatan yang telah disetujui akan dilaksanakan secara bertahap sepanjang tahun 2026 dengan melibatkan seluruh elemen jemaat, mulai dari majelis jemaat, pengasuh, pengurus unit pelayanan, wadah pelayanan, hingga organisasi pemuda dan anak.

Sementara itu, 33 rekomendasi yang dihasilkan persidangan mencakup berbagai aspek, mulai dari penguatan kelembagaan jemaat, peningkatan kualitas pelayanan, pengembangan ekonomi jemaat, hingga hubungan jemaat dengan pemerintah daerah dan stakeholder lainnya.

Persidangan juga menetapkan bahwa Sektor Lahairoi akan menjadi panitia pelaksana Persidangan Jemaat Ke-XIII Tahun 2027, melanjutkan estafet penyelenggaraan persidangan jemaat yang dilaksanakan secara bergiliran oleh sektor-sektor di lingkungan Jemaat GPM Tiakur.

Dengan disahkannya berbagai keputusan penting dalam Persidangan Ke-XII ini, Jemaat GPM Tiakur memiliki landasan yang kuat untuk melaksanakan pelayanan yang lebih baik, terukur, dan akuntabel sepanjang tahun 2026 dan lima tahun ke depan menuju satu abad Gereja Protestan Maluku.

Jemaat GPM Tiakur Sahkan RPPJ 2026-2030

TIAKUR, jemaatgpmtiakur.com – Persidangan Jemaat Ke-XII Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Tiakur mengesahkan Rencana Pengembangan Pelayanan Jemaat (RPPJ) 2026-2030 yang akan menjadi pedoman pelayanan lima tahun ke depan. Penyerahan dokumen RPPJ dari Ketua Litbang Jemaat GPM Tiakur, Jonias Iwamony, kepada Ketua Majelis Jemaat GPM Tiakur, Pendeta F. Lawa, dilakukan di Gedung Gereja Eliora, Minggu (22/3/2026).

Ketua Litbang Jemaat GPM Tiakur, Jonias Iwamony, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyelesaian penulisan dokumen RPPJ ini bukan karena kehebatan tim Litbang, tetapi karena kemurahan dan penyertaan Tuhan Yesus sebagai kepala gereja yang telah menuntun proses penyusunan dan uji publik RPPJ hingga selesai.

“Penyelesaian penulisan dokumen RPPJ ini bukan karena kehebatan tim Litbang tetapi, karena kemurahan dan penyertaan Tuhan Yesus sebagai kepala gereja yang telah menuntun kami agar proses penyusunan dan uji publik RPPJ telah selesai dan hari ini kami menyerahkan dokumen ini untuk digunakan sebagai rencana pengembangan pelayanan selama 5 tahun ke depan untuk dilaksanakan sebagai pedoman dalam perencanaan pelayanan,” ujarnya.

Penyerahan dokumen RPPJ ini didasarkan pada Surat Keputusan Persidangan Ke-XII Jemaat GPM Tiakur Tahun 2026 Nomor:04/KLM-JTK/PJ-12/3/2026 tentang Pengesahan Rencana Pengembangan Pelayanan Jemaat GPM Tiakur Tahun 2026-2030.

Dengan disahkannya RPPJ 2026-2030, Jemaat GPM Tiakur diharapkan memiliki arah pelayanan yang jelas dan terukur, sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada jemaat dan masyarakat serta mewujudkan jemaat yang berbuah dalam Tritunggal Allah menuju satu abad Gereja Protestan Maluku.

Simbol Pembukaan Persidangan Jemaat Ke-XII Penyiraman Pohon Koli

TIAKUR, jemaatgpmtiakur.com – Dari menyiram Pohon Koli hingga merumuskan strategi pelayanan lima tahun ke depan Sidang Jemaat Ke-XII GPM Tiakur menjadi forum gerejawi yang melampaui urusan administratif: ia adalah respons iman atas guncangan geopolitik global, krisis ekonomi, dan tantangan teknologi yang kini mengetuk pintu setiap keluarga.

“Pohon koli bukan sekadar pohon biasa. Ia lahir dari tanah Maluku Barat Daya, tumbuh bersama panas, angin, dan kerasnya kehidupan di pulau-pulau kecil. Seperti hidup kita kadang diterpa masalah, kadang diuji keadaan, bahkan kadang hampir kering, tapi tetap bertahan.” Corneles Wonley.

Ketika air disiram ke pohon koli, itu adalah kasih, perhatian, dan tanggung jawab. Demikian pula kehidupan iman kita harus terus disiram dengan kesetiaan dan kasih bersama