PELAYAN KHUSUS

JEMAAT GPM TIAKUR

Dipilih untuk Teguh Mengasihi

ELIORA NEWS

TUHAN ADALAH CAHAYAKU

"CAHAYA, KEJERNIHAN, DAN KEBENARAN"

HUT Ke-91 GPM Tiakur Dibuka, Warga Diajak Perkuat Persaudaraan

TIAKUR, jemaatgpmtiakur.com – Panitia Hari-Hari Besar Gerejawi (PHBG) Gereja Protestan Maluku (GPM) Jemaat Tiakur, Sektor Sobat, resmi membuka rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-91 GPM di Lapangan Sobat, Jumat (21/8/2026). Perayaan mengusung tema “Bersyukur dan Tekunlah Bermisi dengan Takut Akan Allah.”



‎Pembukaan ditandai dengan penyalaan api obor sebagai simbol dimulainya seluruh rangkaian kegiatan PHBG. Kegiatan tersebut melibatkan warga Jemaat GPM Tiakur dari 10 sektor dan 34 unit pelayanan.



‎Ketua Majelis Jemaat GPM Tiakur, Pendeta Febi Lawa, mengatakan perjalanan 91 tahun GPM merupakan anugerah Tuhan yang patut disyukuri. Menurut dia, rangkaian perlombaan tidak semata-mata ditujukan untuk mencari pemenang, tetapi menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan warga jemaat.

‎“Boleh berbeda sektor, tetapi kita tetap satu jemaat. Boleh berbeda tim, tetapi kita tetap satu keluarga. Boleh ingin menang, tetapi jangan kehilangan kasih dan persaudaraan itu,” kata Febi dalam sambutannya.

‎Ia meminta seluruh peserta mengikuti perlombaan dengan semangat, sukacita, dan menjunjung tinggi sportivitas. Kemenangan, kata dia, seharusnya tidak menjadi alasan untuk menyombongkan diri, sementara kekalahan harus diterima dengan lapang hati.

‎“Kemenangan terbesar bukanlah ketika satu sektor mengalahkan sektor yang lain, tetapi ketika seluruh jemaat semakin kompak, semakin rukun dan semakin kuat dalam persaudaraan,” ujarnya.



‎Bupati MBD: Jemaat Harus Menjadi Terang

‎Bupati Maluku Barat Daya Benyamin Thomas Noach dalam sambutannya mengajak warga jemaat menjadikan momentum HUT ke-91 GPM sebagai kesempatan memperkuat kehidupan iman, membangun karakter, serta menerapkan nilai-nilai kebenaran dalam kehidupan bermasyarakat.

‎Noach mengatakan gereja dan umat percaya memiliki tanggung jawab untuk menjalani kehidupan dengan benar, menjauhi kejahatan, menghormati pemerintah, serta menjaga toleransi antarumat beragama.

‎Ia mengingatkan pesan Tuhan Yesus bahwa umat percaya harus menjadi garam dan terang dunia. Menurut Noach, setiap warga jemaat harus mampu memberikan pengaruh positif bagi lingkungan sekitarnya.

‎“Yang dibutuhkan oleh kita adalah komitmen untuk membentuk karakter hidup yang lebih luas, agar jemaat ini dapat bertumbuh menjadi lilin-lilin kecil yang menerangi setiap hati yang penuh kegelapan,” ujar Noach.

‎Ia mengibaratkan warga jemaat seperti lilin yang tidak akan kehilangan terang ketika menyalakan lilin lainnya. Karena itu, ia mengajak seluruh warga jemaat untuk terus menjadi terang bagi masyarakat.

‎“Lilin itu menyala dan menerangi. Lilin tidak akan berkurang ketika menyalakan lilin yang lain. Mari sama-sama menyala dan menerangi alam sekitar supaya tidak ada kegelapan,” katanya.

‎Terkait rangkaian pertandingan PHBG, Noach mengingatkan peserta agar menjaga sportivitas dan mengendalikan emosi. Ia meminta semangat bertanding tetap tinggi tanpa mengorbankan persaudaraan.

‎“Semangatnya maksimal, tetapi emosinya minimal. Bisa semangat sampai sepuluh, tetapi emosional tetap nol,” kata Noach.

‎Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada peserta agar menjadikan Lapangan Sobat sebagai ruang mempererat hubungan antarwarga jemaat.

‎“Bermain di Lapangan Sobat datang sebagai sobat, pulang sebagai sobat, dan besok juga masih tetap bersama,” ujarnya.

‎Noach menegaskan Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya terus memberikan apresiasi kepada GPM, khususnya jemaat-jemaat di MBD, agar pelayanan gereja kepada umat terus berjalan sekaligus ikut menjaga toleransi dan menopang pembangunan daerah.

‎Ia juga mengapresiasi panitia PHBG yang telah mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan menyongsong HUT ke-91 GPM.

‎Menurut Noach, berdasarkan laporan panitia, kebutuhan anggaran kegiatan mencapai sekitar Rp100 juta. Pemerintah daerah, kata dia, akan memberikan dukungan tambahan sebagai bentuk perhatian terhadap kegiatan keagamaan dan pembinaan kebersamaan warga jemaat.

‎“Pesan saya, tetap jaga keamanan, kebersamaan, solidaritas dan kekompakan sebagai panitia maupun peserta lomba dari masing-masing sektor. Kita adalah satu, bukan dilihat dari setiap kegiatan lomba, tetapi bagaimana menyajikan lomba tersebut sebagai sarana pemersatu antarwarga jemaat,” tandasnya.



‎15 Mata Lomba Disiapkan

‎Ketua PHBG Jemaat GPM Tiakur, Maximilian Kristian Talupoor, mengatakan rangkaian kegiatan HUT ke-91 GPM tidak hanya berorientasi pada perlombaan atau hiburan. Kegiatan tersebut dirancang sebagai sarana mempererat persekutuan, membangun kebersamaan, mengembangkan talenta warga jemaat, serta menghidupkan semangat pelayanan dan kesaksian.

‎Pelaksanaan PHBG didasarkan pada hasil Keputusan Sidang ke-12 Jemaat GPM Tiakur dan Surat Keputusan Majelis Jemaat GPM Tiakur Nomor 06/KPTS/KLM-JTK-D.14/4/2026.

‎Menurut Talupoor, kegiatan tersebut bertujuan mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan atas penyertaan-Nya bagi GPM, khususnya Jemaat GPM Tiakur, sekaligus menyongsong HUT ke-91 GPM dalam suasana iman, sukacita, dan kebersamaan.

‎“Anggaran ini kedengaran besar, tetapi kami meyakini bahwa bersama Tuhan kami pasti bisa,” kata Talupoor dalam laporannya.

‎PHBG Jemaat GPM Tiakur menyiapkan 15 mata lomba yang melibatkan warga jemaat dari berbagai sektor. Perlombaan tersebut meliputi paduan suara dewasa campuran, vocal group kemitraan, solo anak usia 12–13 tahun, solo remaja usia 13–16 tahun, cerdas cermat, sepak bola gawang mini putra dan putri, baris empang, lintas alam anak usia 7–9 tahun, tarik tambang putra dan putri, tarompa joget atau goyang menggunakan musik, video kreatif berdasarkan tema HUT ke-91 GPM, serta ukulele anak usia 10–16 tahun.

‎Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung mulai Jumat, 21 Agustus hingga Kamis, 3 September 2026, dengan Lapangan Sobat sebagai lokasi utama pelaksanaan.

‎Anggaran Hingga Paskah 2027

‎Talupoor menyebut kebutuhan anggaran untuk menunjang seluruh rangkaian kegiatan hingga Paskah 2027 mencapai Rp160 juta.

‎Sumber pembiayaan berasal dari stimulan Jemaat GPM Tiakur, partisipasi umat di Sektor Sobat, iuran panitia, sumbangan warga jemaat, donatur, usaha dana panitia, serta bantuan atau sumber lain yang sah dan tidak mengikat.

‎Rangkaian kegiatan PHBG diharapkan tidak berhenti pada kemeriahan perlombaan. Lebih dari itu, perayaan HUT ke-91 GPM menjadi momentum untuk memperkuat persekutuan, pelayanan, kesaksian, serta persaudaraan warga Jemaat GPM Tiakur.

‎Dengan penyalaan api obor, seluruh rangkaian perayaan resmi dimulai. Semangat yang dibawa bukan sekadar menjadi juara, melainkan menjadikan setiap kegiatan sebagai ruang untuk mempererat kebersamaan dan menghadirkan terang Kristus di tengah kehidupan masyarakat.
‎(JMT*91)

Marcelo Lokolo Terima Sakramen Baptisan Kudus di Gereja Eliora

TIAKUR, Jemaatgpmtiakur.com – Ibadah Minggu di Gereja Protestan Maluku Jemaat Tiakur berlangsung sukses dengan pelaksanaan Baptisan Kudus bagi satu orang anak, yakni Marcelo Lokolo anak dari Ronald Lokolo dan Wisye Markus anggota unit Efata, Sektor Ebenhaezer Minggu, (12/7/2026).

Prosesi Baptisan Kudus dilaksanakan di Gereja Eliora Jemaat GPM Tiakur dan dipimpin Pendeta V Sambono. Dalam khotbahnya, pendeta menegaskan bahwa Baptisan Kudus merupakan tanda penyucian dosa sekaligus meterai keanggotaan seseorang dalam tubuh Kristus.
“Baptisan Kudus adalah tanda bahwa seseorang mengalami penyucian dosa, dimeteraikan sebagai anggota Tubuh Kristus, anak-anak Allah, pewaris Kerajaan Allah, dan menerima karunia Roh Kudus,” kata Pendeta V Sambono di hadapan jemaat.

Ia menjelaskan, makna baptisan telah ditegaskan dalam Alkitab sebagaimana tertulis dalam Injil Matius 28 ayat 19 yang berbunyi, “Pergilah, dan jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.”

Selain itu, pendeta juga mengutip Yohanes 3 ayat 5 yang menegaskan bahwa seseorang harus dilahirkan dari air dan Roh untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Dalam khotbahnya, Pendeta Sambono turut mengingatkan jemaat mengenai kasih Yesus kepada anak-anak sebagaimana tertulis dalam Markus 10 ayat 13 hingga 16. Menurut dia, anak-anak memiliki tempat khusus dalam Kerajaan Allah dan harus dibimbing dalam iman sejak dini.
“Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah,” ujar Pendeta Sambono mengutip Injil Markus.

Ia menambahkan, baptisan juga menjadi penggenapan janji keselamatan Allah kepada Abraham dan keturunannya sebagaimana tertulis dalam Kitab Kejadian serta ditegaskan kembali dalam Kisah Para Rasul.

Menurut Pendeta Sambono, setiap orang yang telah menerima baptisan dipanggil untuk hidup baru di dalam Kristus dan meninggalkan kehidupan yang dikuasai dosa.
“Setiap orang yang telah dibaptis adalah orang-orang yang telah diampuni, disucikan, dan dibarui oleh Kristus. Makna baptisan itu harus diwujudkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari melalui tuntunan Roh Kudus,” katanya. *JT-25

Pentakosta GPM Tiakur Warnai Baptisan Kudus Anak

TIAKUR, jemaatgpmtiakur.com – Ibadah Minggu sekaligus perayaan Hari Pentakosta di Gereja Protestan Maluku Jemaat Tiakur berlangsung sukses dan penuh sukacita dengan pelaksanaan Baptisan Kudus bagi seorang anak, Marvel Croos Silas Imanona, di Gereja Teofani Jemaat GPM Tiakur, Minggu, (24/5/2026)

Marvel Croos Silas Imanona merupakan anak dari pasangan Melkias Marlatu Imanona dan Yunita Sarjune Unawekla. Dalam prosesi baptisan tersebut, turut hadir sebagai orang tua saksi, Pithein D. Lakburlawal dan Evelyn J. Lakburlawal.

Ibadah Pentakosta dipimpin Pendeta F. Lawa yang dalam khotbahnya menegaskan bahwa Hari Pentakosta merupakan momentum turunnya Roh Kudus atas murid-murid Yesus Kristus sekaligus menjadi tanda lahirnya gereja yang hidup dalam kuasa Tuhan.

“Hari Pentakosta bukan hanya berbicara tentang mujizat dan bahasa roh, tetapi tentang hadirnya Roh Kudus yang bekerja dalam keluarga, gereja, dan generasi penerus,” kata Pendeta Lawa di hadapan jemaat.

Menurut dia, baptisan anak bukan sekadar tradisi gereja, melainkan bentuk penyerahan hidup anak kepada Tuhan serta komitmen orang tua untuk mendidik anak di dalam kasih dan takut akan Tuhan.

“Ketika orang tua membawa anak untuk dibaptis, sesungguhnya mereka sedang menyerahkan hidup anak itu kepada Tuhan dan berjanji mendidiknya di dalam kasih dan takut akan Tuhan,” ujarnya.

Dalam khotbahnya, Pendeta Lawa juga mengingatkan pentingnya peran Roh Kudus dalam kehidupan keluarga Kristen. Ia mengajak orang tua untuk menjadikan rumah tangga sebagai tempat pertumbuhan iman bagi anak-anak.

“Hari Pentakosta mengajarkan bahwa Roh Kudus bekerja dalam hidup umat percaya dan keluarga. Serahkan anak-anak kepada Tuhan, didik mereka dalam firman Tuhan, jadilah teladan iman di rumah, dan libatkan Roh Kudus dalam keluarga setiap hari,” katanya.

Pendeta Lawa menjelaskan Baptisan Kudus merupakan tanda penyucian dosa sekaligus meterai keanggotaan seseorang dalam tubuh Kristus.

“Baptisan Kudus adalah tanda bahwa seseorang mengalami penyucian dosa, dimeteraikan sebagai anggota Tubuh Kristus, anak-anak Allah, pewaris Kerajaan Allah, dan menerima karunia Roh Kudus,” ujar dia.

Ia mengutip Injil Matius 28 ayat 19 yang berbunyi, “Pergilah, dan jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.”

Selain itu, Pendeta Lawa juga mengutip Yohanes 3 ayat 5 mengenai pentingnya dilahirkan dari air dan Roh untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengingatkan jemaat mengenai kasih Yesus kepada anak-anak sebagaimana tertulis dalam Markus 10 ayat 13 hingga 16.

“Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah,” kata Pendeta Lawa mengutip Injil Markus.

Menurut dia, baptisan juga menjadi penggenapan janji keselamatan Allah kepada Abraham dan keturunannya sebagaimana tertulis dalam Kitab Kejadian dan ditegaskan kembali dalam Kisah Para Rasul.

Pendeta Lawa menegaskan bahwa setiap orang yang menerima baptisan dipanggil untuk hidup baru di dalam Kristus dan meninggalkan kehidupan yang dikuasai dosa.

“Setiap orang yang telah dibaptis adalah orang-orang yang telah diampuni, disucikan, dan dibarui oleh Kristus. Makna baptisan itu harus diwujudkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari melalui tuntunan Roh Kudus,” katanya.