HUT Ke-91 GPM Tiakur Dibuka, Warga Diajak Perkuat Persaudaraan

TIAKUR, jemaatgpmtiakur.com – Panitia Hari-Hari Besar Gerejawi (PHBG) Gereja Protestan Maluku (GPM) Jemaat Tiakur, Sektor Sobat, resmi membuka rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-91 GPM di Lapangan Sobat, Jumat (21/8/2026). Perayaan mengusung tema “Bersyukur dan Tekunlah Bermisi dengan Takut Akan Allah.”



‎Pembukaan ditandai dengan penyalaan api obor sebagai simbol dimulainya seluruh rangkaian kegiatan PHBG. Kegiatan tersebut melibatkan warga Jemaat GPM Tiakur dari 10 sektor dan 34 unit pelayanan.



‎Ketua Majelis Jemaat GPM Tiakur, Pendeta Febi Lawa, mengatakan perjalanan 91 tahun GPM merupakan anugerah Tuhan yang patut disyukuri. Menurut dia, rangkaian perlombaan tidak semata-mata ditujukan untuk mencari pemenang, tetapi menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan warga jemaat.

‎“Boleh berbeda sektor, tetapi kita tetap satu jemaat. Boleh berbeda tim, tetapi kita tetap satu keluarga. Boleh ingin menang, tetapi jangan kehilangan kasih dan persaudaraan itu,” kata Febi dalam sambutannya.

‎Ia meminta seluruh peserta mengikuti perlombaan dengan semangat, sukacita, dan menjunjung tinggi sportivitas. Kemenangan, kata dia, seharusnya tidak menjadi alasan untuk menyombongkan diri, sementara kekalahan harus diterima dengan lapang hati.

‎“Kemenangan terbesar bukanlah ketika satu sektor mengalahkan sektor yang lain, tetapi ketika seluruh jemaat semakin kompak, semakin rukun dan semakin kuat dalam persaudaraan,” ujarnya.



‎Bupati MBD: Jemaat Harus Menjadi Terang

‎Bupati Maluku Barat Daya Benyamin Thomas Noach dalam sambutannya mengajak warga jemaat menjadikan momentum HUT ke-91 GPM sebagai kesempatan memperkuat kehidupan iman, membangun karakter, serta menerapkan nilai-nilai kebenaran dalam kehidupan bermasyarakat.

‎Noach mengatakan gereja dan umat percaya memiliki tanggung jawab untuk menjalani kehidupan dengan benar, menjauhi kejahatan, menghormati pemerintah, serta menjaga toleransi antarumat beragama.

‎Ia mengingatkan pesan Tuhan Yesus bahwa umat percaya harus menjadi garam dan terang dunia. Menurut Noach, setiap warga jemaat harus mampu memberikan pengaruh positif bagi lingkungan sekitarnya.

‎“Yang dibutuhkan oleh kita adalah komitmen untuk membentuk karakter hidup yang lebih luas, agar jemaat ini dapat bertumbuh menjadi lilin-lilin kecil yang menerangi setiap hati yang penuh kegelapan,” ujar Noach.

‎Ia mengibaratkan warga jemaat seperti lilin yang tidak akan kehilangan terang ketika menyalakan lilin lainnya. Karena itu, ia mengajak seluruh warga jemaat untuk terus menjadi terang bagi masyarakat.

‎“Lilin itu menyala dan menerangi. Lilin tidak akan berkurang ketika menyalakan lilin yang lain. Mari sama-sama menyala dan menerangi alam sekitar supaya tidak ada kegelapan,” katanya.

‎Terkait rangkaian pertandingan PHBG, Noach mengingatkan peserta agar menjaga sportivitas dan mengendalikan emosi. Ia meminta semangat bertanding tetap tinggi tanpa mengorbankan persaudaraan.

‎“Semangatnya maksimal, tetapi emosinya minimal. Bisa semangat sampai sepuluh, tetapi emosional tetap nol,” kata Noach.

‎Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada peserta agar menjadikan Lapangan Sobat sebagai ruang mempererat hubungan antarwarga jemaat.

‎“Bermain di Lapangan Sobat datang sebagai sobat, pulang sebagai sobat, dan besok juga masih tetap bersama,” ujarnya.

‎Noach menegaskan Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya terus memberikan apresiasi kepada GPM, khususnya jemaat-jemaat di MBD, agar pelayanan gereja kepada umat terus berjalan sekaligus ikut menjaga toleransi dan menopang pembangunan daerah.

‎Ia juga mengapresiasi panitia PHBG yang telah mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan menyongsong HUT ke-91 GPM.

‎Menurut Noach, berdasarkan laporan panitia, kebutuhan anggaran kegiatan mencapai sekitar Rp100 juta. Pemerintah daerah, kata dia, akan memberikan dukungan tambahan sebagai bentuk perhatian terhadap kegiatan keagamaan dan pembinaan kebersamaan warga jemaat.

‎“Pesan saya, tetap jaga keamanan, kebersamaan, solidaritas dan kekompakan sebagai panitia maupun peserta lomba dari masing-masing sektor. Kita adalah satu, bukan dilihat dari setiap kegiatan lomba, tetapi bagaimana menyajikan lomba tersebut sebagai sarana pemersatu antarwarga jemaat,” tandasnya.



‎15 Mata Lomba Disiapkan

‎Ketua PHBG Jemaat GPM Tiakur, Maximilian Kristian Talupoor, mengatakan rangkaian kegiatan HUT ke-91 GPM tidak hanya berorientasi pada perlombaan atau hiburan. Kegiatan tersebut dirancang sebagai sarana mempererat persekutuan, membangun kebersamaan, mengembangkan talenta warga jemaat, serta menghidupkan semangat pelayanan dan kesaksian.

‎Pelaksanaan PHBG didasarkan pada hasil Keputusan Sidang ke-12 Jemaat GPM Tiakur dan Surat Keputusan Majelis Jemaat GPM Tiakur Nomor 06/KPTS/KLM-JTK-D.14/4/2026.

‎Menurut Talupoor, kegiatan tersebut bertujuan mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan atas penyertaan-Nya bagi GPM, khususnya Jemaat GPM Tiakur, sekaligus menyongsong HUT ke-91 GPM dalam suasana iman, sukacita, dan kebersamaan.

‎“Anggaran ini kedengaran besar, tetapi kami meyakini bahwa bersama Tuhan kami pasti bisa,” kata Talupoor dalam laporannya.

‎PHBG Jemaat GPM Tiakur menyiapkan 15 mata lomba yang melibatkan warga jemaat dari berbagai sektor. Perlombaan tersebut meliputi paduan suara dewasa campuran, vocal group kemitraan, solo anak usia 12–13 tahun, solo remaja usia 13–16 tahun, cerdas cermat, sepak bola gawang mini putra dan putri, baris empang, lintas alam anak usia 7–9 tahun, tarik tambang putra dan putri, tarompa joget atau goyang menggunakan musik, video kreatif berdasarkan tema HUT ke-91 GPM, serta ukulele anak usia 10–16 tahun.

‎Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung mulai Jumat, 21 Agustus hingga Kamis, 3 September 2026, dengan Lapangan Sobat sebagai lokasi utama pelaksanaan.

‎Anggaran Hingga Paskah 2027

‎Talupoor menyebut kebutuhan anggaran untuk menunjang seluruh rangkaian kegiatan hingga Paskah 2027 mencapai Rp160 juta.

‎Sumber pembiayaan berasal dari stimulan Jemaat GPM Tiakur, partisipasi umat di Sektor Sobat, iuran panitia, sumbangan warga jemaat, donatur, usaha dana panitia, serta bantuan atau sumber lain yang sah dan tidak mengikat.

‎Rangkaian kegiatan PHBG diharapkan tidak berhenti pada kemeriahan perlombaan. Lebih dari itu, perayaan HUT ke-91 GPM menjadi momentum untuk memperkuat persekutuan, pelayanan, kesaksian, serta persaudaraan warga Jemaat GPM Tiakur.

‎Dengan penyalaan api obor, seluruh rangkaian perayaan resmi dimulai. Semangat yang dibawa bukan sekadar menjadi juara, melainkan menjadikan setiap kegiatan sebagai ruang untuk mempererat kebersamaan dan menghadirkan terang Kristus di tengah kehidupan masyarakat.
‎(JMT*91)

Marcelo Lokolo Terima Sakramen Baptisan Kudus di Gereja Eliora

TIAKUR, Jemaatgpmtiakur.com – Ibadah Minggu di Gereja Protestan Maluku Jemaat Tiakur berlangsung sukses dengan pelaksanaan Baptisan Kudus bagi satu orang anak, yakni Marcelo Lokolo anak dari Ronald Lokolo dan Wisye Markus anggota unit Efata, Sektor Ebenhaezer Minggu, (12/7/2026).

Prosesi Baptisan Kudus dilaksanakan di Gereja Eliora Jemaat GPM Tiakur dan dipimpin Pendeta V Sambono. Dalam khotbahnya, pendeta menegaskan bahwa Baptisan Kudus merupakan tanda penyucian dosa sekaligus meterai keanggotaan seseorang dalam tubuh Kristus.
“Baptisan Kudus adalah tanda bahwa seseorang mengalami penyucian dosa, dimeteraikan sebagai anggota Tubuh Kristus, anak-anak Allah, pewaris Kerajaan Allah, dan menerima karunia Roh Kudus,” kata Pendeta V Sambono di hadapan jemaat.

Ia menjelaskan, makna baptisan telah ditegaskan dalam Alkitab sebagaimana tertulis dalam Injil Matius 28 ayat 19 yang berbunyi, “Pergilah, dan jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.”

Selain itu, pendeta juga mengutip Yohanes 3 ayat 5 yang menegaskan bahwa seseorang harus dilahirkan dari air dan Roh untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Dalam khotbahnya, Pendeta Sambono turut mengingatkan jemaat mengenai kasih Yesus kepada anak-anak sebagaimana tertulis dalam Markus 10 ayat 13 hingga 16. Menurut dia, anak-anak memiliki tempat khusus dalam Kerajaan Allah dan harus dibimbing dalam iman sejak dini.
“Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah,” ujar Pendeta Sambono mengutip Injil Markus.

Ia menambahkan, baptisan juga menjadi penggenapan janji keselamatan Allah kepada Abraham dan keturunannya sebagaimana tertulis dalam Kitab Kejadian serta ditegaskan kembali dalam Kisah Para Rasul.

Menurut Pendeta Sambono, setiap orang yang telah menerima baptisan dipanggil untuk hidup baru di dalam Kristus dan meninggalkan kehidupan yang dikuasai dosa.
“Setiap orang yang telah dibaptis adalah orang-orang yang telah diampuni, disucikan, dan dibarui oleh Kristus. Makna baptisan itu harus diwujudkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari melalui tuntunan Roh Kudus,” katanya. *JT-25

Pentakosta GPM Tiakur Warnai Baptisan Kudus Anak

TIAKUR, jemaatgpmtiakur.com – Ibadah Minggu sekaligus perayaan Hari Pentakosta di Gereja Protestan Maluku Jemaat Tiakur berlangsung sukses dan penuh sukacita dengan pelaksanaan Baptisan Kudus bagi seorang anak, Marvel Croos Silas Imanona, di Gereja Teofani Jemaat GPM Tiakur, Minggu, (24/5/2026)

Marvel Croos Silas Imanona merupakan anak dari pasangan Melkias Marlatu Imanona dan Yunita Sarjune Unawekla. Dalam prosesi baptisan tersebut, turut hadir sebagai orang tua saksi, Pithein D. Lakburlawal dan Evelyn J. Lakburlawal.

Ibadah Pentakosta dipimpin Pendeta F. Lawa yang dalam khotbahnya menegaskan bahwa Hari Pentakosta merupakan momentum turunnya Roh Kudus atas murid-murid Yesus Kristus sekaligus menjadi tanda lahirnya gereja yang hidup dalam kuasa Tuhan.

“Hari Pentakosta bukan hanya berbicara tentang mujizat dan bahasa roh, tetapi tentang hadirnya Roh Kudus yang bekerja dalam keluarga, gereja, dan generasi penerus,” kata Pendeta Lawa di hadapan jemaat.

Menurut dia, baptisan anak bukan sekadar tradisi gereja, melainkan bentuk penyerahan hidup anak kepada Tuhan serta komitmen orang tua untuk mendidik anak di dalam kasih dan takut akan Tuhan.

“Ketika orang tua membawa anak untuk dibaptis, sesungguhnya mereka sedang menyerahkan hidup anak itu kepada Tuhan dan berjanji mendidiknya di dalam kasih dan takut akan Tuhan,” ujarnya.

Dalam khotbahnya, Pendeta Lawa juga mengingatkan pentingnya peran Roh Kudus dalam kehidupan keluarga Kristen. Ia mengajak orang tua untuk menjadikan rumah tangga sebagai tempat pertumbuhan iman bagi anak-anak.

“Hari Pentakosta mengajarkan bahwa Roh Kudus bekerja dalam hidup umat percaya dan keluarga. Serahkan anak-anak kepada Tuhan, didik mereka dalam firman Tuhan, jadilah teladan iman di rumah, dan libatkan Roh Kudus dalam keluarga setiap hari,” katanya.

Pendeta Lawa menjelaskan Baptisan Kudus merupakan tanda penyucian dosa sekaligus meterai keanggotaan seseorang dalam tubuh Kristus.

“Baptisan Kudus adalah tanda bahwa seseorang mengalami penyucian dosa, dimeteraikan sebagai anggota Tubuh Kristus, anak-anak Allah, pewaris Kerajaan Allah, dan menerima karunia Roh Kudus,” ujar dia.

Ia mengutip Injil Matius 28 ayat 19 yang berbunyi, “Pergilah, dan jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.”

Selain itu, Pendeta Lawa juga mengutip Yohanes 3 ayat 5 mengenai pentingnya dilahirkan dari air dan Roh untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengingatkan jemaat mengenai kasih Yesus kepada anak-anak sebagaimana tertulis dalam Markus 10 ayat 13 hingga 16.

“Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah,” kata Pendeta Lawa mengutip Injil Markus.

Menurut dia, baptisan juga menjadi penggenapan janji keselamatan Allah kepada Abraham dan keturunannya sebagaimana tertulis dalam Kitab Kejadian dan ditegaskan kembali dalam Kisah Para Rasul.

Pendeta Lawa menegaskan bahwa setiap orang yang menerima baptisan dipanggil untuk hidup baru di dalam Kristus dan meninggalkan kehidupan yang dikuasai dosa.

“Setiap orang yang telah dibaptis adalah orang-orang yang telah diampuni, disucikan, dan dibarui oleh Kristus. Makna baptisan itu harus diwujudkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari melalui tuntunan Roh Kudus,” katanya.

Tiga Anak Terima Baptisan Kudus di Gereja Eliora

TIAKUR, jemaatgpmtiakur.com – Ibadah Minggu di Gereja Protestan Maluku Jemaat GPM Tiakur berlangsung sukses dengan pelaksanaan Baptisan Kudus bagi tiga anak, yakni Doedy Arawaman, Caitlyn Julna Arawaman, dan Kairos Jhon Arawaman, anak dari Bapak. Semuel Arawaman, Minggu, (17/5/2026).

Prosesi Baptisan Kudus dilaksanakan di Gereja Eliora Jemaat GPM Tiakur dan dipimpin Pendeta B. Pembuaian. Dalam khotbahnya, pendeta menegaskan bahwa Baptisan Kudus merupakan tanda penyucian dosa sekaligus meterai keanggotaan seseorang dalam tubuh Kristus.

“Baptisan Kudus adalah tanda bahwa seseorang mengalami penyucian dosa, dimeteraikan sebagai anggota Tubuh Kristus, anak-anak Allah, pewaris Kerajaan Allah, dan menerima karunia Roh Kudus,” kata Pendeta B. Pembuaian di hadapan jemaat.

Ia menjelaskan, makna baptisan telah ditegaskan dalam Alkitab sebagaimana tertulis dalam Injil Matius 28 ayat 19 yang berbunyi, “Pergilah, dan jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.”

Selain itu, pendeta juga mengutip Yohanes 3 ayat 5 yang menegaskan bahwa seseorang harus dilahirkan dari air dan Roh untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Dalam khotbahnya, Pendeta Pembuaian turut mengingatkan jemaat mengenai kasih Yesus kepada anak-anak sebagaimana tertulis dalam Markus 10 ayat 13 hingga 16. Menurut dia, anak-anak memiliki tempat khusus dalam Kerajaan Allah dan harus dibimbing dalam iman sejak dini.

“Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah,” ujar Pendeta Pembuaian mengutip Injil Markus.

Ia menambahkan, baptisan juga menjadi penggenapan janji keselamatan Allah kepada Abraham dan keturunannya sebagaimana tertulis dalam Kitab Kejadian serta ditegaskan kembali dalam Kisah Para Rasul.

Menurut Pendeta Pembuaian, setiap orang yang telah menerima baptisan dipanggil untuk hidup baru di dalam Kristus dan meninggalkan kehidupan yang dikuasai dosa.

“Setiap orang yang telah dibaptis adalah orang-orang yang telah diampuni, disucikan, dan dibarui oleh Kristus. Makna baptisan itu harus diwujudkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari melalui tuntunan Roh Kudus,” katanya.

Ibadah Baptisan Kudus tersebut berlangsung penuh sukacita dan dihadiri keluarga besar serta jemaat GPM Tiakur yang turut memberikan doa dan dukungan kepada ketiga anak yang menerima sakramen baptisan.

68 Remaja GPM Tiakur Resmi Alih Status

TIAKUR, jemaatgpmtiakur.com – Sebanyak 68 remaja Gereja Protestan Maluku (GPM) Jemaat Tiakur resmi mengikuti alih status ke jenjang katekisasi dalam ibadah Minggu pertama yang berlangsung di Gereja Eliora, Tiakur, Maluku Barat Daya, Minggu (3/5/2026). Momentum ini menjadi tahap lanjutan pembinaan iman bagi generasi muda gereja.

Ibadah dipimpin oleh Pendeta Ruth Saiya yang dalam khotbahnya menekankan pentingnya pendidikan iman berbasis keluarga dan nilai kebijaksanaan dalam kehidupan. Ia menyampaikan tiga pesan utama kepada jemaat.

“Pertama, pastikan bahwa proses pembelajaran dalam rumah tangga terjadi secara langsung, dari orang tua kepada anak, dari kakak kepada adik, sehingga nilai-nilai itu dapat didengar, diterima, dan disimpan dalam hati,” ujar Ruth Saiya dalam khotbahnya.

Ia menambahkan, tanggung jawab pendidikan tidak hanya berada pada negara atau lembaga formal, tetapi juga menjadi tanggung jawab setiap keluarga.

“Kedua, pendidikan adalah tanggung jawab bersama, termasuk rumah tangga. Ketiga, pintar saja tidak cukup, tetapi hikmat membuat kepandaian menjadi berarti dalam kehidupan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat GPM Tiakur, Pendeta Febi Lawa, dalam arahannya menegaskan bahwa alih status ke katekisasi merupakan langkah penting dalam pertumbuhan iman dan kedewasaan hidup remaja gereja.

“Momen ini adalah langkah penting dalam perjalanan iman anak-anak gereja. Pertumbuhan mereka tidak hanya secara fisik dan intelektual, tetapi juga mental, moral, dan spiritual,” ujar Lawa.

Ia menjelaskan bahwa Gereja Protestan Maluku menyediakan pendidikan formal gereja melalui Sekolah Minggu Tunas Pekabaran Injil (SMTPI) dan katekisasi sebagai wadah pembinaan iman yang berkelanjutan.

“Melalui SMTPI, anak-anak dibimbing sejak dini mengenal kasih Tuhan, belajar nilai-nilai Kristiani, hidup disiplin, menghormati sesama, serta membangun karakter takut akan Tuhan,” katanya.

Menurutnya, katekisasi menjadi tahap lanjutan untuk memperdalam pemahaman iman.

“Dalam proses katekisasi, anak-anak akan belajar firman Tuhan, ajaran gereja, makna pengakuan iman, serta tanggung jawab sebagai anggota tubuh Kristus dan saksi Tuhan di tengah dunia,” ujar Lawa

Ia juga menyoroti tantangan generasi muda di tengah perkembangan teknologi, pergaulan bebas, dan pengaruh media sosial.

“Kita perlu mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga sehat secara mental dan kuat secara spiritual,” katanya.

Lawa menambahkan, anak dengan dasar iman yang kuat akan mampu menghadapi tekanan hidup, menjaga pergaulan, serta mengambil keputusan yang benar. Ia mengutip Amsal 22:6 sebagai dasar pembinaan iman.

“Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari jalan itu,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan peran orang tua sebagai pendidik utama dalam keluarga.

“Pendidikan iman pertama dan utama tetap berada dalam keluarga. Gereja membantu, tetapi keteladanan orang tua adalah fondasi utama,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Majelis Jemaat turut menyampaikan apresiasi kepada para pengasuh SMTPI dan pembina remaja gereja.

“Kami berterima kasih atas dedikasi para pengasuh yang terus membina anak-anak dengan penuh kasih dan ketekunan,” ucap Lawa

Selain alih status remaja, ibadah tersebut juga dirangkaikan dengan pemekaran unit pelayanan jemaat. Unit Betania resmi dimekarkan menjadi satu unit, yakni Unit Betsaida.

Pemekaran ini didasarkan pada Surat Keputusan Majelis Jemaat GPM Tiakur Nomor: 07/KPTS/KLM-JTK/D.14/5/2026 tentang pemetaan, penataan, dan pemekaran unit pelayanan jemaat.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelayanan gereja serta mendukung pembinaan iman jemaat secara lebih terarah dan merata di wilayah Tiakur.

Menyongsong HUT Ke-58 WPP GPM Tiakur Gelar Jalan Sehat Bersama

TIAKUR, jemaatgpmtiakur.com – Menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 Wadah Pelayanan Perempuan (WPP), Gereja Protestan Maluku (GPM) Jemaat Tiakur menggelar rangkaian kegiatan sosial dan kebersamaan, meliputi jalan sehat, pemeriksaan kesehatan gratis, penanaman pohon, membersihkan lingkungan gereja, serta berbagai lomba di setiap sektor pelayanan, Sabtu (2/5/2026).

Kegiatan yang melibatkan jemaat dari berbagai kalangan ini menjadi bagian dari upaya mempererat kebersamaan sekaligus meningkatkan kesadaran hidup sehat di tengah masyarakat gereja.

Perayaan HUT ke-58 WPP GPM Tiakur ini diharapkan menjadi momentum refleksi bagi kaum perempuan gereja untuk terus meningkatkan peran pelayanan, baik di dalam gereja maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Dengan semangat kebersamaan dan pelayanan, WPP GPM Tiakur berkomitmen untuk terus hadir sebagai bagian penting dalam pembangunan iman dan kesejahteraan jemaat di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.

80 Anggota Sidi GPM Tiakur Diteguhkan di Eliora

TIAKUR, jemaatgpmtiakur.com – Gereja Protestan Maluku (GPM) Jemaat Tiakur menggelar peneguhan sidi bagi 80 anggota sidi Gereja Protestan Maluku di Gedung Gereja Eliora, Minggu (29/3/2026). Peneguhan ini menandai komitmen para anggota baru untuk bertanggung jawab dan setia mengikuti Tuhan melalui persekutuan, kesaksian, pelayanan, dan pemberdayaan potensi demi kemuliaan nama Tuhan.

Ketua Majelis Jemaat GPM Tiakur, Pendeta F. Lawa, dalam kotbahnya menyampaikan pengajaran dan nasihat pokok mengenai hidup seorang anggota gereja yang dewasa dalam imannya.

“Jemaat kekasih Kristus, telah kita ketahui bahwa kini dan di sini akan diteguhkan 80 orang yang akan menjadi anggota sidi gereja. Mereka telah mengikuti katekisasi yang ditetapkan oleh gereja dan ternyata tidak ada suatu keberatan atas mereka setelah dua minggu berturut-turut nama mereka diumumkan dalam ibadah jemaat,” ujarnya.

Pendeta Lawa menyampaikan beberapa firman Tuhan sebagai dasar pengajaran bagi anggota sidi baru. Dari Kolose 2:6-7, ia menekankan pentingnya hidup tetap di dalam Kristus: “Kamu telah menerima Kristus Yesus Tuhan kita karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.

Dari 1 Petrus 2:5, ia mengajarkan tentang peran anggota gereja sebagai batu hidup: “Biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

Sementara dari 1 Petrus 2:9, ia menegaskan identitas umat Tuhan: “Kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan besar dari Dia yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib.

Pendeta Lawa juga mengutip 2 Korintus 3:3 yang menegaskan bahwa setiap orang percaya adalah surat Kristus: “Karena ternyata bahwa, kamu adalah surat Kristus yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.

Ia juga menyampaikan dari 1 Korintus 7:17 tentang hidup sesuai panggilan Allah: “Selanjutnya hendaklah tiap-tiap orang tetap hidup seperti yang telah ditentukan Tuhan baginya dan dalam keadaan seperti waktu ia dipanggil Allah. Inilah ketetapan yang kuberikan kepada semua jemaat.

Serta dari Efesus 4:7 tentang karunia yang diberikan Kristus: “Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.

“Pengajaran dan nasihat para Rasul itu menegaskan bahwa anggota sidi gereja yang telah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat dunia ini, hendaklah terus-menerus hidup di dalam Dia, berakar di dalam Dia dan berfungsi sebagai batu-batu rohani di dalam bangunan Allah,” jelasnya.

Pendeta Lawa menekankan bahwa para anggota sidi haruslah menjadi sumber daya dalam rangka pembangunan jemaat Tuhan sebagai Tubuh Kristus, sehingga terus-menerus memuliakan perbuatan-perbuatan Tuhan yang besar dalam tuntunan kuasa Roh Kudus. Karena itu, mereka harus menjadikan hidup yang mengasihi dan melayani sesama serta memelihara alam semesta.

“Peneguhan sebagai anggota sidi gereja, sesungguhnya merupakan tanda bahwa saudara-saudari berjanji dan bertekad di hadapan Tuhan dan jemaatNya untuk bertanggung jawab dan setia mengikuti Tuhan, dengan cara bersekutu, bersaksi, melayani dan memberdayakan seluruh potensi yang tersedia untuk menjadi berkat dan memuliakan nama Tuhan,” pungkasnya.

Sebanyak 80 anggota sidi yang diteguhkan terdiri dari 43 perempuan dan 37 laki-laki yang telah menyelesaikan program katekisasi dan dinyatakan layak untuk menjadi anggota sidi gereja. Mereka berasal dari berbagai kelompok usia dan latar belakang, menunjukkan keberagaman jemaat GPM Tiakur.

Daftar Lengkap 80 Anggota Sidi GPM Jemaat Tiakur
Diteguhkan pada Minggu, 29 Maret 2026 Gedung Gereja Eliora · Tiakur, MBD
Anggota Sidi Perempuan
1. Treyselvia Puledway
2. Firsta Octavien Dahoklory
3. Anggun Deservi Kufa
4. Anatasya Pitna
5. Milda Salkery
6. Chetrin Elamitha Liunokas
7. Tineke Violetha Liunokas
8. Sisilya Imanona
9. Christina Lokwatty
10. Yemima Yermina Lolkary
11. Ema Sandra Miru
12. Hermelina Juliant Emola
13. Silvi Amelya Tilukay
14. Juwita Frans
15. Mina Ravalia Saloy
16. Diana Keipau
17. Apsalita Liliyati Rainuny
18. Paulina Rosina Urunleky
19. Yosepina Lenci Imlabla
20. Tabita Romsery
21. Elsina Lekawael
22. Chaterina Mirahandini Kifta
23. Cherli Ketiaru
24. Deswita Maharani Resikahil
25. Sarlota Putri Kufla
26. Maria Magdalena Barutressy
27. Trisya Lusiana Palpialy
28. Kalse Theovilia Timahery
29. Christy Natalia Kahjoru
30. Solagracia Hervinasia Tawairubun
31. Rosalina Amelia Mehmory
32. Mawar Hadulu
33. Indah Sari Maloky
34. Werinda Terofina Lokwatty
35. Blandin Rehatta
36. Fransiska Kanety
37. Sherly Fiona Konoralma
38. Hellena Siletty
39. Evanjeliq Mishell Biloro
40. Leony Maria Talakua
41. Jelin Maria Siahaya
42. Tini Chelsia Malioy
43. Yoanda Leasa

Anggota Sidi Laki-laki
44. Alvino Ferdinand Paisina
45. Joksan Marsello Saloy
46. Oktovianus Rupilele
47. Marcell Maupula
48. Roberto Vergesel Dadiara
49. Ferdi Okra
50. Brayen Beltas Kaidialu
51. Wilson Lakuday
52. Brinaldy Welhelmus Solmeda
53. Damax Amelio Sugianto Jauply
54. Dharma Patti Kibar Dadiara
55. Mark Miracle Maatelu
56. Daristo Louk
57. Adjen Haris Rupilele
58. Semirekson Marsel Kufa
59. Samuel Richard Pelpiah
60. Egian Gabriel Tuhumury
61. Karel Remon Tahnora
62. Jhastian Tasman Moriolkosu
63. Arsavin Kelvin Tarekar
64. Channavaro Laimeheriwa
65. El Fleming Pakniany
66. Gallan Chrison Tilukay
67. Haikel Crespo Baragain
68. Albertus Leunupun
69. Rides Prindo Leunufna
70. Dandito Markus
71. Patrick Tomas Keiwury
72. Evan Patrick Orlonsa Eoh
73. Syaly Setya Budi Sorey
74. Esau Sorey
75. Alfa Justus Imlabla
76. Gazha Hedriko Onaola
77. Jems Meyer Grend Gad Rupilu
78. Marck Finzens Marthin Patalala
79. Robinson Romsery
80. Gilberth Yakob Aswaly

Sidang GPM Tiakur Setujui 14 Program Anggaran Rp2,4 Miliar

TIAKUR, jemaatgpmtiakur.com – PERSIDANGAN Ke-XII Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Tiakur resmi menyetujui 14 program dengan 51 kegiatan dan 33 rekomendasi, serta mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Jemaat (APBJ) berimbang sebesar Rp2.473.365.547 untuk tahun 2026. Keputusan ini ditetapkan melalui ketuk palu sidang yang berlangsung di Gedung Gereja Eliora, Minggu (22/3/2026).

Persidangan Ke-XII Jemaat GPM Tiakur yang berjalan sukses menghasilkan delapan Surat Keputusan Persidangan yang menjadi landasan pelayanan jemaat untuk tahun 2026 dan lima tahun ke depan.

Keputusan pertama, Nomor 01/KLM-JTK/PJ-12/3/2026, menetapkan peserta Persidangan Ke-12 Jemaat GPM Tiakur Tahun 2026 yang terdiri dari majelis jemaat, pengasuh, pengurus unit pelayanan, dan utusan dari berbagai sektor di lingkungan jemaat.

Keputusan kedua, Nomor 02/KLM-JTK/PJ-12/3/2026, mengatur jadwal acara Persidangan Ke-12 Jemaat GPM Tiakur Tahun 2026 yang meliputi pra-sidang dan sidang pleno dengan berbagai agenda pembahasan dokumen pelayanan dan keuangan jemaat.

Keputusan ketiga, Nomor 03/KLM-JTK/PJ-12/3/2026, mengesahkan Laporan Umum Pelayanan dan Keuangan Jemaat GPM Tiakur Tahun 2025 sebagai bentuk akuntabilitas pelayanan dan pengelolaan keuangan jemaat selama satu tahun.

Keputusan keempat, Nomor 04/KLM-JTK/PJ-12/3/2026, mengesahkan Rencana Pengembangan Pelayanan Jemaat (RPPJ) GPM Tiakur Tahun 2026-2030 yang memuat visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, serta program-program kerja untuk lima tahun ke depan.

Keputusan kelima, Nomor 05/KLM-JTK/PJ-12/3/2026, menetapkan pembentukan Komisi Kerja Persidangan Ke-12 Jemaat GPM Tiakur Tahun 2026 yang bertugas membahas berbagai dokumen dan merumuskan rekomendasi sidang.

Keputusan keenam, Nomor 06/KLM-JTK/PJ-12/3/2026, menetapkan Program Pelayanan Jemaat GPM Tiakur Tahun 2026 yang terdiri dari 14 program dengan 51 kegiatan yang akan dilaksanakan sepanjang tahun.

Keputusan ketujuh, Nomor 07/KLM-JTK/PJ-12/3/2026, mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Jemaat GPM Tiakur Tahun 2026 dengan total anggaran berimbang sebesar Rp2.473.365.547. Anggaran ini mencakup berbagai pos pendapatan dan belanja untuk mendukung seluruh program pelayanan jemaat.

Keputusan kedelapan, Nomor 08/KLM-JTK/PJ-12/3/2026, menetapkan 33 rekomendasi, pesan persidangan, dan ucapan terima kasih Persidangan Ke-12 Jemaat GPM Tiakur Tahun 2026 yang ditujukan kepada berbagai pihak yang telah mendukung pelayanan jemaat.

Anggaran sebesar Rp2,4 miliar yang disahkan dalam persidangan ini menunjukkan komitmen jemaat untuk melaksanakan program-program pelayanan secara optimal. Anggaran tersebut akan digunakan untuk membiayai 14 program yang mencakup berbagai aspek pelayanan, mulai dari pembinaan rohani, pendidikan kristiani, pelayanan diakonia, pengembangan sumber daya manusia, hingga pemeliharaan sarana dan prasarana gereja.

Sebanyak 51 kegiatan yang telah disetujui akan dilaksanakan secara bertahap sepanjang tahun 2026 dengan melibatkan seluruh elemen jemaat, mulai dari majelis jemaat, pengasuh, pengurus unit pelayanan, wadah pelayanan, hingga organisasi pemuda dan anak.

Sementara itu, 33 rekomendasi yang dihasilkan persidangan mencakup berbagai aspek, mulai dari penguatan kelembagaan jemaat, peningkatan kualitas pelayanan, pengembangan ekonomi jemaat, hingga hubungan jemaat dengan pemerintah daerah dan stakeholder lainnya.

Persidangan juga menetapkan bahwa Sektor Lahairoi akan menjadi panitia pelaksana Persidangan Jemaat Ke-XIII Tahun 2027, melanjutkan estafet penyelenggaraan persidangan jemaat yang dilaksanakan secara bergiliran oleh sektor-sektor di lingkungan Jemaat GPM Tiakur.

Dengan disahkannya berbagai keputusan penting dalam Persidangan Ke-XII ini, Jemaat GPM Tiakur memiliki landasan yang kuat untuk melaksanakan pelayanan yang lebih baik, terukur, dan akuntabel sepanjang tahun 2026 dan lima tahun ke depan menuju satu abad Gereja Protestan Maluku.

Jemaat GPM Tiakur Sahkan RPPJ 2026-2030

TIAKUR, jemaatgpmtiakur.com – Persidangan Jemaat Ke-XII Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Tiakur mengesahkan Rencana Pengembangan Pelayanan Jemaat (RPPJ) 2026-2030 yang akan menjadi pedoman pelayanan lima tahun ke depan. Penyerahan dokumen RPPJ dari Ketua Litbang Jemaat GPM Tiakur, Jonias Iwamony, kepada Ketua Majelis Jemaat GPM Tiakur, Pendeta F. Lawa, dilakukan di Gedung Gereja Eliora, Minggu (22/3/2026).

Ketua Litbang Jemaat GPM Tiakur, Jonias Iwamony, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyelesaian penulisan dokumen RPPJ ini bukan karena kehebatan tim Litbang, tetapi karena kemurahan dan penyertaan Tuhan Yesus sebagai kepala gereja yang telah menuntun proses penyusunan dan uji publik RPPJ hingga selesai.

“Penyelesaian penulisan dokumen RPPJ ini bukan karena kehebatan tim Litbang tetapi, karena kemurahan dan penyertaan Tuhan Yesus sebagai kepala gereja yang telah menuntun kami agar proses penyusunan dan uji publik RPPJ telah selesai dan hari ini kami menyerahkan dokumen ini untuk digunakan sebagai rencana pengembangan pelayanan selama 5 tahun ke depan untuk dilaksanakan sebagai pedoman dalam perencanaan pelayanan,” ujarnya.

Penyerahan dokumen RPPJ ini didasarkan pada Surat Keputusan Persidangan Ke-XII Jemaat GPM Tiakur Tahun 2026 Nomor:04/KLM-JTK/PJ-12/3/2026 tentang Pengesahan Rencana Pengembangan Pelayanan Jemaat GPM Tiakur Tahun 2026-2030.

Dengan disahkannya RPPJ 2026-2030, Jemaat GPM Tiakur diharapkan memiliki arah pelayanan yang jelas dan terukur, sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada jemaat dan masyarakat serta mewujudkan jemaat yang berbuah dalam Tritunggal Allah menuju satu abad Gereja Protestan Maluku.

Simbol Pembukaan Persidangan Jemaat Ke-XII Penyiraman Pohon Koli

TIAKUR, jemaatgpmtiakur.com – Dari menyiram Pohon Koli hingga merumuskan strategi pelayanan lima tahun ke depan Sidang Jemaat Ke-XII GPM Tiakur menjadi forum gerejawi yang melampaui urusan administratif: ia adalah respons iman atas guncangan geopolitik global, krisis ekonomi, dan tantangan teknologi yang kini mengetuk pintu setiap keluarga.

“Pohon koli bukan sekadar pohon biasa. Ia lahir dari tanah Maluku Barat Daya, tumbuh bersama panas, angin, dan kerasnya kehidupan di pulau-pulau kecil. Seperti hidup kita kadang diterpa masalah, kadang diuji keadaan, bahkan kadang hampir kering, tapi tetap bertahan.” Corneles Wonley.

Ketika air disiram ke pohon koli, itu adalah kasih, perhatian, dan tanggung jawab. Demikian pula kehidupan iman kita harus terus disiram dengan kesetiaan dan kasih bersama