Baptisan Kudus Dua Anak Digelar di Gereja Teofani ‎

‎TIAKUR, jemaatgpmtiakur.com – Gereja Protestan Maluku (GPM) Jemaat Tiakur melaksanakan Sakramen Baptisan Kudus bagi dua anak, Gadwin M. Liko dan Gisela J. Liko, di Gedung Gereja Teofani, Minggu (25/10/2026).

Proses Baptisan Kudus Anak Gadwin M. Liko dan Gisela J. Liko, di Gedung Gereja Teofani, Minggu (25/10/2026). Foto: Sub Seksi Pengelolaan Informasi, Komunikasi, Dokumentasi, dan Publikasi
‎

‎
‎Ibadah baptisan tersebut dilayani oleh Pendeta Emeritus M. Abrahams. Sakramen ini menjadi bagian penting dalam kehidupan bergereja, sekaligus menandai penyerahan kedua anak ke dalam kasih dan pemeliharaan Tuhan.
‎
‎Melalui baptisan kudus, keluarga berharap Gadwin dan Gisela senantiasa bertumbuh dalam iman, kasih, serta pengharapan kepada Tuhan Yesus Kristus. Keduanya juga diharapkan menjadi anak-anak yang takut akan Tuhan, menghormati dan menaati orang tua, serta membawa sukacita bagi keluarga, gereja, dan sesama.

Baptisan Kudus bagi dua anak, Gadwin M. Liko dan Gisela J. Liko, di Gedung Gereja Teofani, Minggu (25/10/2026). Foto: Sub Seksi Pengelolaan Informasi, Komunikasi, Dokumentasi, dan Publikasi
‎

‎
‎Dalam pelaksanaan ibadah tersebut, Abrahams mengingatkan pentingnya memberikan tempat bagi anak-anak untuk datang kepada Tuhan. Ia mengutip Injil Markus 10:14 sebagai landasan pesan rohani dalam sakramen baptisan itu.
‎
‎“Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah,” tegas Abrahams, mengutip Markus 10:14.
‎
‎Pesan tersebut menegaskan bahwa anak-anak merupakan bagian penting dalam kehidupan iman gereja. Karena itu, pertumbuhan rohani mereka membutuhkan perhatian, bimbingan, dan keteladanan dari orang tua serta lingkungan gereja.

‎

Baptisan Kudus bagi dua anak, Gadwin M. Liko dan Gisela J. Liko, di Gedung Gereja Teofani, Minggu (25/10/2026). Foto: Sub Seksi Pengelolaan Informasi, Komunikasi, Dokumentasi, dan Publikasi
‎

‎
Keluarga juga berharap Tuhan senantiasa memberkati Gadwin dan Gisela, memberikan hikmat serta kekuatan kepada orang tua dalam mendidik dan membimbing keduanya di jalan Tuhan. Dengan demikian, kehidupan mereka kelak dapat menjadi kesaksian yang membawa kemuliaan bagi nama-Nya.
‎
‎Pelaksanaan baptisan kudus ini diharapkan menjadi awal perjalanan iman yang terus bertumbuh dalam kehidupan kedua anak tersebut. Dukungan keluarga dan jemaat menjadi bagian penting agar mereka berkembang dalam kasih, menjalani kehidupan dengan nilai-nilai Kristiani, dan menjadi berkat bagi orang-orang di sekitarnya. (Jt-25)
‎

‎Pendeta Tromlay Diteguhkan Pimpin Jemaat GPM Tiakur ‎

‎TIAKUR, jemaatgpmtiakur.com – Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Tiakur menggelar Ibadah Peneguhan Pendeta Jemaat dan Buka Kerja Pdt. L. I. Tromlay/S, S.Si, di Gedung Gereja Eliora, Minggu (25/10/2026). Ibadah ini menjadi momentum dimulainya tanggung jawab pelayanan dan penggembalaan Pdt. Tromlay di tengah jemaat.

Proses Peneguhan Pendeta. L. I. Tromlay, Di Gedung Gereja Eliora, Minggu (25/10/2026) Foto: Sub Seksi Pengelolaan Informasi, Komunikasi, Dokumentasi, dan Publikasi
‎

‎
‎Peneguhan tersebut berlangsung dalam suasana sukacita dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus. Melalui ibadah ini, Pdt. Tromlay memasuki tugas pelayanan sebagai pendeta jemaat, dengan tanggung jawab membimbing umat dalam kehidupan iman serta memperkuat persekutuan gereja.
‎
‎Momentum peneguhan dan buka kerja ini juga menjadi pengingat akan pentingnya ketulusan, kesetiaan, dan komitmen dalam menjalankan panggilan pelayanan. Pendeta dan seluruh warga jemaat diharapkan dapat berjalan bersama, membangun kebersamaan, serta menghadirkan nilai-nilai kasih dalam kehidupan bergereja maupun bermasyarakat.
‎
‎Pelayanan Berlandaskan Panggilan Tuhan
‎
‎Dalam semangat peneguhan tersebut, pelayanan pendeta tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan tugas gerejawi, tetapi juga mencakup tanggung jawab menggembalakan umat, menuntun jemaat dalam iman, dan menjadi berkat bagi masyarakat.
‎
‎Panggilan itu menuntut hikmat, kesabaran, ketulusan hati, serta kesediaan melayani dengan sukarela. Karena itu, dukungan dan keterlibatan seluruh warga jemaat menjadi bagian penting dalam membangun pelayanan yang harmonis dan bertumbuh.
‎
‎Pesan tersebut sejalan dengan firman Tuhan dalam 1 Petrus 5:2a: “Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah.”
‎
‎Ayat tersebut menegaskan bahwa pelayanan penggembalaan harus dijalankan dengan kerelaan hati dan berlandaskan kehendak Tuhan, bukan semata-mata sebagai kewajiban organisasi gereja.
‎
‎Membangun Jemaat dalam Kasih dan Iman
‎
‎Peneguhan dan buka kerja Pdt. L. I. Tromlay/S, S.Si, diharapkan menjadi awal perjalanan pelayanan yang membawa pertumbuhan iman, mempererat persaudaraan, dan memperkuat kesaksian gereja di tengah masyarakat.
‎
‎Seluruh warga Jemaat GPM Tiakur diharapkan terus menjaga semangat kebersamaan, sehati dalam pelayanan, serta saling mendukung dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan bergereja.
‎
‎Dengan peneguhan ini, pelayanan di Jemaat GPM Tiakur diharapkan semakin berkembang dalam kasih, iman, dan pengharapan kepada Tuhan Yesus Kristus. Tuhan yang memanggil dan meneguhkan diyakini akan terus memberikan hikmat serta kekuatan bagi setiap langkah pelayanan demi kemuliaan nama-Nya. (Jt-25)

‎Jemaat GPM Tiakur Sambut Pendeta Tromlay dengan Sukacita ‎

‎TIAKUR, jemaatgpmtiakur.com – Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Tiakur menyambut kedatangan Pdt. L. I. Tromlay/S, S.Si, di Pantai Desa Wakarleli, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), pada Selasa (20/10/2026). Penyambutan berlangsung dalam suasana penuh sukacita, kehangatan, dan rasa syukur sebagai wujud persaudaraan dalam persekutuan jemaat.

‎

Proses Penyambutan Pendeta Tromlay di Pantai Desa Wakarleli, selasa (20/10). Dok. Sub Seksi Pengelolaan Informasi, Komunikasi, Dokumentasi, dan Publikasi

‎Prosesi penyambutan dipimpin Pdt. F. Lawa/M, S.Si, bersama para pelayan Tuhan Majelis Jemaat, penatua, diaken, tuagama, serta umat Jemaat GPM Tiakur. Suasana semakin semarak dengan iringan musik dari Eliora Music Brass.
‎
‎Setelah prosesi penyambutan di pantai, rombongan bersama umat mengantarkan Pdt. L. I. Tromlay/S, S.Si, menuju Gedung Gereja Eliora, Jemaat GPM Tiakur. Prosesi tersebut menjadi ungkapan kasih, penghormatan, dan kebersamaan dalam menyambut kehadiran pelayan Tuhan di tengah jemaat.
‎
‎Penyambutan ini juga mencerminkan kuatnya ikatan persaudaraan serta semangat pelayanan yang berlandaskan iman kepada Yesus Kristus.
‎
‎Perkuat Persaudaraan dan Pelayanan
‎
‎Kehadiran Pdt. Tromlay diharapkan membawa semangat baru dalam perjalanan pelayanan Jemaat GPM Tiakur. Kebersamaan antara para pelayan Tuhan dan seluruh umat menjadi bagian penting dalam membangun persekutuan yang harmonis serta memperkuat kehidupan bergereja.
‎
‎Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pelayanan tidak hanya dijalankan melalui tugas-tugas gerejawi, tetapi juga melalui kasih, persaudaraan, dan kepedulian terhadap sesama.
‎
‎Semangat penerimaan itu sejalan dengan pesan Alkitab dalam Roma 15:7: “Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah.”
‎
‎Jemaat GPM Tiakur menyampaikan selamat datang kepada Pdt. L. I. Tromlay/S, S.Si, seraya berharap setiap langkah pelayanannya senantiasa dituntun oleh kasih dan penyertaan Tuhan.
‎
‎Dengan semangat kebersamaan dan iman, seluruh jemaat diharapkan terus mempererat tali persaudaraan, menghadirkan damai sejahtera, serta menjalankan pelayanan demi kemuliaan nama Tuhan Yesus Kristus. (Jt-25)
‎

‎Jemaat GPM Tiakur Bangun Pastori 2

‎TIAKUR, jemaatgpmtiakur.com – Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Tiakur resmi memulai pembangunan Pastori 2 di Sektor Bethabara dengan peletakan batu pertama, Minggu, (20/9/2026).


‎
‎Peletakan batu pertama dilakukan Ketua Majelis Jemaat GPM Tiakur, Pendeta Febi Lawa, bersama Wakil Bupati Maluku Barat Daya (MBD) Agustinus Lekwarday Kilikily dan Ketua Panitia Pembangunan. Prosesi disaksikan para anggota majelis jemaat dan umat.


‎
‎Dalam sambutannya, Pendeta Febi Lawa mengingatkan jemaat agar menyandarkan seluruh upaya pembangunan kepada Tuhan. Ia mengutip Kitab Mazmur 127:1.
‎
‎“Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya,” ujar Febi Lawa.


‎
‎Pembangunan pastori kedua ini diharapkan menjadi bagian dari penguatan pelayanan jemaat di wilayah Tiakur. *JT-09
‎

HUT Ke-91 GPM Tiakur Dibuka, Warga Diajak Perkuat Persaudaraan

TIAKUR, jemaatgpmtiakur.com – Panitia Hari-Hari Besar Gerejawi (PHBG) Gereja Protestan Maluku (GPM) Jemaat Tiakur, Sektor Sobat, resmi membuka rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-91 GPM di Lapangan Sobat, Jumat (21/8/2026). Perayaan mengusung tema “Bersyukur dan Tekunlah Bermisi dengan Takut Akan Allah.”


‎
‎Pembukaan ditandai dengan penyalaan api obor sebagai simbol dimulainya seluruh rangkaian kegiatan PHBG. Kegiatan tersebut melibatkan warga Jemaat GPM Tiakur dari 10 sektor dan 34 unit pelayanan.


‎
‎Ketua Majelis Jemaat GPM Tiakur, Pendeta Febi Lawa, mengatakan perjalanan 91 tahun GPM merupakan anugerah Tuhan yang patut disyukuri. Menurut dia, rangkaian perlombaan tidak semata-mata ditujukan untuk mencari pemenang, tetapi menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan warga jemaat.
‎
‎“Boleh berbeda sektor, tetapi kita tetap satu jemaat. Boleh berbeda tim, tetapi kita tetap satu keluarga. Boleh ingin menang, tetapi jangan kehilangan kasih dan persaudaraan itu,” kata Febi dalam sambutannya.
‎
‎Ia meminta seluruh peserta mengikuti perlombaan dengan semangat, sukacita, dan menjunjung tinggi sportivitas. Kemenangan, kata dia, seharusnya tidak menjadi alasan untuk menyombongkan diri, sementara kekalahan harus diterima dengan lapang hati.
‎
‎“Kemenangan terbesar bukanlah ketika satu sektor mengalahkan sektor yang lain, tetapi ketika seluruh jemaat semakin kompak, semakin rukun dan semakin kuat dalam persaudaraan,” ujarnya.


‎
‎Bupati MBD: Jemaat Harus Menjadi Terang
‎
‎Bupati Maluku Barat Daya Benyamin Thomas Noach dalam sambutannya mengajak warga jemaat menjadikan momentum HUT ke-91 GPM sebagai kesempatan memperkuat kehidupan iman, membangun karakter, serta menerapkan nilai-nilai kebenaran dalam kehidupan bermasyarakat.
‎
‎Noach mengatakan gereja dan umat percaya memiliki tanggung jawab untuk menjalani kehidupan dengan benar, menjauhi kejahatan, menghormati pemerintah, serta menjaga toleransi antarumat beragama.
‎
‎Ia mengingatkan pesan Tuhan Yesus bahwa umat percaya harus menjadi garam dan terang dunia. Menurut Noach, setiap warga jemaat harus mampu memberikan pengaruh positif bagi lingkungan sekitarnya.
‎
‎“Yang dibutuhkan oleh kita adalah komitmen untuk membentuk karakter hidup yang lebih luas, agar jemaat ini dapat bertumbuh menjadi lilin-lilin kecil yang menerangi setiap hati yang penuh kegelapan,” ujar Noach.
‎
‎Ia mengibaratkan warga jemaat seperti lilin yang tidak akan kehilangan terang ketika menyalakan lilin lainnya. Karena itu, ia mengajak seluruh warga jemaat untuk terus menjadi terang bagi masyarakat.
‎
‎“Lilin itu menyala dan menerangi. Lilin tidak akan berkurang ketika menyalakan lilin yang lain. Mari sama-sama menyala dan menerangi alam sekitar supaya tidak ada kegelapan,” katanya.
‎
‎Terkait rangkaian pertandingan PHBG, Noach mengingatkan peserta agar menjaga sportivitas dan mengendalikan emosi. Ia meminta semangat bertanding tetap tinggi tanpa mengorbankan persaudaraan.
‎
‎“Semangatnya maksimal, tetapi emosinya minimal. Bisa semangat sampai sepuluh, tetapi emosional tetap nol,” kata Noach.
‎
‎Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada peserta agar menjadikan Lapangan Sobat sebagai ruang mempererat hubungan antarwarga jemaat.
‎
‎“Bermain di Lapangan Sobat datang sebagai sobat, pulang sebagai sobat, dan besok juga masih tetap bersama,” ujarnya.
‎
‎Noach menegaskan Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya terus memberikan apresiasi kepada GPM, khususnya jemaat-jemaat di MBD, agar pelayanan gereja kepada umat terus berjalan sekaligus ikut menjaga toleransi dan menopang pembangunan daerah.
‎
‎Ia juga mengapresiasi panitia PHBG yang telah mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan menyongsong HUT ke-91 GPM.
‎
‎Menurut Noach, berdasarkan laporan panitia, kebutuhan anggaran kegiatan mencapai sekitar Rp100 juta. Pemerintah daerah, kata dia, akan memberikan dukungan tambahan sebagai bentuk perhatian terhadap kegiatan keagamaan dan pembinaan kebersamaan warga jemaat.
‎
‎“Pesan saya, tetap jaga keamanan, kebersamaan, solidaritas dan kekompakan sebagai panitia maupun peserta lomba dari masing-masing sektor. Kita adalah satu, bukan dilihat dari setiap kegiatan lomba, tetapi bagaimana menyajikan lomba tersebut sebagai sarana pemersatu antarwarga jemaat,” tandasnya.


‎
‎15 Mata Lomba Disiapkan
‎
‎Ketua PHBG Jemaat GPM Tiakur, Maximilian Kristian Talupoor, mengatakan rangkaian kegiatan HUT ke-91 GPM tidak hanya berorientasi pada perlombaan atau hiburan. Kegiatan tersebut dirancang sebagai sarana mempererat persekutuan, membangun kebersamaan, mengembangkan talenta warga jemaat, serta menghidupkan semangat pelayanan dan kesaksian.
‎
‎Pelaksanaan PHBG didasarkan pada hasil Keputusan Sidang ke-12 Jemaat GPM Tiakur dan Surat Keputusan Majelis Jemaat GPM Tiakur Nomor 06/KPTS/KLM-JTK-D.14/4/2026.
‎
‎Menurut Talupoor, kegiatan tersebut bertujuan mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan atas penyertaan-Nya bagi GPM, khususnya Jemaat GPM Tiakur, sekaligus menyongsong HUT ke-91 GPM dalam suasana iman, sukacita, dan kebersamaan.
‎
‎“Anggaran ini kedengaran besar, tetapi kami meyakini bahwa bersama Tuhan kami pasti bisa,” kata Talupoor dalam laporannya.
‎
‎PHBG Jemaat GPM Tiakur menyiapkan 15 mata lomba yang melibatkan warga jemaat dari berbagai sektor. Perlombaan tersebut meliputi paduan suara dewasa campuran, vocal group kemitraan, solo anak usia 12–13 tahun, solo remaja usia 13–16 tahun, cerdas cermat, sepak bola gawang mini putra dan putri, baris empang, lintas alam anak usia 7–9 tahun, tarik tambang putra dan putri, tarompa joget atau goyang menggunakan musik, video kreatif berdasarkan tema HUT ke-91 GPM, serta ukulele anak usia 10–16 tahun.
‎
‎Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung mulai Jumat, 21 Agustus hingga Kamis, 3 September 2026, dengan Lapangan Sobat sebagai lokasi utama pelaksanaan.
‎
‎Anggaran Hingga Paskah 2027
‎
‎Talupoor menyebut kebutuhan anggaran untuk menunjang seluruh rangkaian kegiatan hingga Paskah 2027 mencapai Rp160 juta.
‎
‎Sumber pembiayaan berasal dari stimulan Jemaat GPM Tiakur, partisipasi umat di Sektor Sobat, iuran panitia, sumbangan warga jemaat, donatur, usaha dana panitia, serta bantuan atau sumber lain yang sah dan tidak mengikat.
‎
‎Rangkaian kegiatan PHBG diharapkan tidak berhenti pada kemeriahan perlombaan. Lebih dari itu, perayaan HUT ke-91 GPM menjadi momentum untuk memperkuat persekutuan, pelayanan, kesaksian, serta persaudaraan warga Jemaat GPM Tiakur.
‎
‎Dengan penyalaan api obor, seluruh rangkaian perayaan resmi dimulai. Semangat yang dibawa bukan sekadar menjadi juara, melainkan menjadikan setiap kegiatan sebagai ruang untuk mempererat kebersamaan dan menghadirkan terang Kristus di tengah kehidupan masyarakat.
‎(JMT*91)

Marcelo Lokolo Terima Sakramen Baptisan Kudus di Gereja Eliora

TIAKUR, Jemaatgpmtiakur.com – Ibadah Minggu di Gereja Protestan Maluku Jemaat Tiakur berlangsung sukses dengan pelaksanaan Baptisan Kudus bagi satu orang anak, yakni Marcelo Lokolo anak dari Ronald Lokolo dan Wisye Markus anggota unit Efata, Sektor Ebenhaezer Minggu, (12/7/2026).

Prosesi Baptisan Kudus dilaksanakan di Gereja Eliora Jemaat GPM Tiakur dan dipimpin Pendeta V Sambono. Dalam khotbahnya, pendeta menegaskan bahwa Baptisan Kudus merupakan tanda penyucian dosa sekaligus meterai keanggotaan seseorang dalam tubuh Kristus.
“Baptisan Kudus adalah tanda bahwa seseorang mengalami penyucian dosa, dimeteraikan sebagai anggota Tubuh Kristus, anak-anak Allah, pewaris Kerajaan Allah, dan menerima karunia Roh Kudus,” kata Pendeta V Sambono di hadapan jemaat.

Ia menjelaskan, makna baptisan telah ditegaskan dalam Alkitab sebagaimana tertulis dalam Injil Matius 28 ayat 19 yang berbunyi, “Pergilah, dan jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.”

Selain itu, pendeta juga mengutip Yohanes 3 ayat 5 yang menegaskan bahwa seseorang harus dilahirkan dari air dan Roh untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Dalam khotbahnya, Pendeta Sambono turut mengingatkan jemaat mengenai kasih Yesus kepada anak-anak sebagaimana tertulis dalam Markus 10 ayat 13 hingga 16. Menurut dia, anak-anak memiliki tempat khusus dalam Kerajaan Allah dan harus dibimbing dalam iman sejak dini.
“Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah,” ujar Pendeta Sambono mengutip Injil Markus.

Ia menambahkan, baptisan juga menjadi penggenapan janji keselamatan Allah kepada Abraham dan keturunannya sebagaimana tertulis dalam Kitab Kejadian serta ditegaskan kembali dalam Kisah Para Rasul.

Menurut Pendeta Sambono, setiap orang yang telah menerima baptisan dipanggil untuk hidup baru di dalam Kristus dan meninggalkan kehidupan yang dikuasai dosa.
“Setiap orang yang telah dibaptis adalah orang-orang yang telah diampuni, disucikan, dan dibarui oleh Kristus. Makna baptisan itu harus diwujudkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari melalui tuntunan Roh Kudus,” katanya. *JT-25

Pentakosta GPM Tiakur Warnai Baptisan Kudus Anak

TIAKUR, jemaatgpmtiakur.com – Ibadah Minggu sekaligus perayaan Hari Pentakosta di Gereja Protestan Maluku Jemaat Tiakur berlangsung sukses dan penuh sukacita dengan pelaksanaan Baptisan Kudus bagi seorang anak, Marvel Croos Silas Imanona, di Gereja Teofani Jemaat GPM Tiakur, Minggu, (24/5/2026)

Marvel Croos Silas Imanona merupakan anak dari pasangan Melkias Marlatu Imanona dan Yunita Sarjune Unawekla. Dalam prosesi baptisan tersebut, turut hadir sebagai orang tua saksi, Pithein D. Lakburlawal dan Evelyn J. Lakburlawal.

Ibadah Pentakosta dipimpin Pendeta F. Lawa yang dalam khotbahnya menegaskan bahwa Hari Pentakosta merupakan momentum turunnya Roh Kudus atas murid-murid Yesus Kristus sekaligus menjadi tanda lahirnya gereja yang hidup dalam kuasa Tuhan.

“Hari Pentakosta bukan hanya berbicara tentang mujizat dan bahasa roh, tetapi tentang hadirnya Roh Kudus yang bekerja dalam keluarga, gereja, dan generasi penerus,” kata Pendeta Lawa di hadapan jemaat.

Menurut dia, baptisan anak bukan sekadar tradisi gereja, melainkan bentuk penyerahan hidup anak kepada Tuhan serta komitmen orang tua untuk mendidik anak di dalam kasih dan takut akan Tuhan.

“Ketika orang tua membawa anak untuk dibaptis, sesungguhnya mereka sedang menyerahkan hidup anak itu kepada Tuhan dan berjanji mendidiknya di dalam kasih dan takut akan Tuhan,” ujarnya.

Dalam khotbahnya, Pendeta Lawa juga mengingatkan pentingnya peran Roh Kudus dalam kehidupan keluarga Kristen. Ia mengajak orang tua untuk menjadikan rumah tangga sebagai tempat pertumbuhan iman bagi anak-anak.

“Hari Pentakosta mengajarkan bahwa Roh Kudus bekerja dalam hidup umat percaya dan keluarga. Serahkan anak-anak kepada Tuhan, didik mereka dalam firman Tuhan, jadilah teladan iman di rumah, dan libatkan Roh Kudus dalam keluarga setiap hari,” katanya.

Pendeta Lawa menjelaskan Baptisan Kudus merupakan tanda penyucian dosa sekaligus meterai keanggotaan seseorang dalam tubuh Kristus.

“Baptisan Kudus adalah tanda bahwa seseorang mengalami penyucian dosa, dimeteraikan sebagai anggota Tubuh Kristus, anak-anak Allah, pewaris Kerajaan Allah, dan menerima karunia Roh Kudus,” ujar dia.

Ia mengutip Injil Matius 28 ayat 19 yang berbunyi, “Pergilah, dan jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.”

Selain itu, Pendeta Lawa juga mengutip Yohanes 3 ayat 5 mengenai pentingnya dilahirkan dari air dan Roh untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengingatkan jemaat mengenai kasih Yesus kepada anak-anak sebagaimana tertulis dalam Markus 10 ayat 13 hingga 16.

“Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah,” kata Pendeta Lawa mengutip Injil Markus.

Menurut dia, baptisan juga menjadi penggenapan janji keselamatan Allah kepada Abraham dan keturunannya sebagaimana tertulis dalam Kitab Kejadian dan ditegaskan kembali dalam Kisah Para Rasul.

Pendeta Lawa menegaskan bahwa setiap orang yang menerima baptisan dipanggil untuk hidup baru di dalam Kristus dan meninggalkan kehidupan yang dikuasai dosa.

“Setiap orang yang telah dibaptis adalah orang-orang yang telah diampuni, disucikan, dan dibarui oleh Kristus. Makna baptisan itu harus diwujudkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari melalui tuntunan Roh Kudus,” katanya.

Tiga Anak Terima Baptisan Kudus di Gereja Eliora

TIAKUR, jemaatgpmtiakur.com – Ibadah Minggu di Gereja Protestan Maluku Jemaat GPM Tiakur berlangsung sukses dengan pelaksanaan Baptisan Kudus bagi tiga anak, yakni Doedy Arawaman, Caitlyn Julna Arawaman, dan Kairos Jhon Arawaman, anak dari Bapak. Semuel Arawaman, Minggu, (17/5/2026).

Prosesi Baptisan Kudus dilaksanakan di Gereja Eliora Jemaat GPM Tiakur dan dipimpin Pendeta B. Pembuaian. Dalam khotbahnya, pendeta menegaskan bahwa Baptisan Kudus merupakan tanda penyucian dosa sekaligus meterai keanggotaan seseorang dalam tubuh Kristus.

“Baptisan Kudus adalah tanda bahwa seseorang mengalami penyucian dosa, dimeteraikan sebagai anggota Tubuh Kristus, anak-anak Allah, pewaris Kerajaan Allah, dan menerima karunia Roh Kudus,” kata Pendeta B. Pembuaian di hadapan jemaat.

Ia menjelaskan, makna baptisan telah ditegaskan dalam Alkitab sebagaimana tertulis dalam Injil Matius 28 ayat 19 yang berbunyi, “Pergilah, dan jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.”

Selain itu, pendeta juga mengutip Yohanes 3 ayat 5 yang menegaskan bahwa seseorang harus dilahirkan dari air dan Roh untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Dalam khotbahnya, Pendeta Pembuaian turut mengingatkan jemaat mengenai kasih Yesus kepada anak-anak sebagaimana tertulis dalam Markus 10 ayat 13 hingga 16. Menurut dia, anak-anak memiliki tempat khusus dalam Kerajaan Allah dan harus dibimbing dalam iman sejak dini.

“Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah,” ujar Pendeta Pembuaian mengutip Injil Markus.

Ia menambahkan, baptisan juga menjadi penggenapan janji keselamatan Allah kepada Abraham dan keturunannya sebagaimana tertulis dalam Kitab Kejadian serta ditegaskan kembali dalam Kisah Para Rasul.

Menurut Pendeta Pembuaian, setiap orang yang telah menerima baptisan dipanggil untuk hidup baru di dalam Kristus dan meninggalkan kehidupan yang dikuasai dosa.

“Setiap orang yang telah dibaptis adalah orang-orang yang telah diampuni, disucikan, dan dibarui oleh Kristus. Makna baptisan itu harus diwujudkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari melalui tuntunan Roh Kudus,” katanya.

Ibadah Baptisan Kudus tersebut berlangsung penuh sukacita dan dihadiri keluarga besar serta jemaat GPM Tiakur yang turut memberikan doa dan dukungan kepada ketiga anak yang menerima sakramen baptisan.

68 Remaja GPM Tiakur Resmi Alih Status

TIAKUR, jemaatgpmtiakur.com – Sebanyak 68 remaja Gereja Protestan Maluku (GPM) Jemaat Tiakur resmi mengikuti alih status ke jenjang katekisasi dalam ibadah Minggu pertama yang berlangsung di Gereja Eliora, Tiakur, Maluku Barat Daya, Minggu (3/5/2026). Momentum ini menjadi tahap lanjutan pembinaan iman bagi generasi muda gereja.

Ibadah dipimpin oleh Pendeta Ruth Saiya yang dalam khotbahnya menekankan pentingnya pendidikan iman berbasis keluarga dan nilai kebijaksanaan dalam kehidupan. Ia menyampaikan tiga pesan utama kepada jemaat.

“Pertama, pastikan bahwa proses pembelajaran dalam rumah tangga terjadi secara langsung, dari orang tua kepada anak, dari kakak kepada adik, sehingga nilai-nilai itu dapat didengar, diterima, dan disimpan dalam hati,” ujar Ruth Saiya dalam khotbahnya.

Ia menambahkan, tanggung jawab pendidikan tidak hanya berada pada negara atau lembaga formal, tetapi juga menjadi tanggung jawab setiap keluarga.

“Kedua, pendidikan adalah tanggung jawab bersama, termasuk rumah tangga. Ketiga, pintar saja tidak cukup, tetapi hikmat membuat kepandaian menjadi berarti dalam kehidupan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat GPM Tiakur, Pendeta Febi Lawa, dalam arahannya menegaskan bahwa alih status ke katekisasi merupakan langkah penting dalam pertumbuhan iman dan kedewasaan hidup remaja gereja.

“Momen ini adalah langkah penting dalam perjalanan iman anak-anak gereja. Pertumbuhan mereka tidak hanya secara fisik dan intelektual, tetapi juga mental, moral, dan spiritual,” ujar Lawa.

Ia menjelaskan bahwa Gereja Protestan Maluku menyediakan pendidikan formal gereja melalui Sekolah Minggu Tunas Pekabaran Injil (SMTPI) dan katekisasi sebagai wadah pembinaan iman yang berkelanjutan.

“Melalui SMTPI, anak-anak dibimbing sejak dini mengenal kasih Tuhan, belajar nilai-nilai Kristiani, hidup disiplin, menghormati sesama, serta membangun karakter takut akan Tuhan,” katanya.

Menurutnya, katekisasi menjadi tahap lanjutan untuk memperdalam pemahaman iman.

“Dalam proses katekisasi, anak-anak akan belajar firman Tuhan, ajaran gereja, makna pengakuan iman, serta tanggung jawab sebagai anggota tubuh Kristus dan saksi Tuhan di tengah dunia,” ujar Lawa

Ia juga menyoroti tantangan generasi muda di tengah perkembangan teknologi, pergaulan bebas, dan pengaruh media sosial.

“Kita perlu mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga sehat secara mental dan kuat secara spiritual,” katanya.

Lawa menambahkan, anak dengan dasar iman yang kuat akan mampu menghadapi tekanan hidup, menjaga pergaulan, serta mengambil keputusan yang benar. Ia mengutip Amsal 22:6 sebagai dasar pembinaan iman.

“Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari jalan itu,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan peran orang tua sebagai pendidik utama dalam keluarga.

“Pendidikan iman pertama dan utama tetap berada dalam keluarga. Gereja membantu, tetapi keteladanan orang tua adalah fondasi utama,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Majelis Jemaat turut menyampaikan apresiasi kepada para pengasuh SMTPI dan pembina remaja gereja.

“Kami berterima kasih atas dedikasi para pengasuh yang terus membina anak-anak dengan penuh kasih dan ketekunan,” ucap Lawa

Selain alih status remaja, ibadah tersebut juga dirangkaikan dengan pemekaran unit pelayanan jemaat. Unit Betania resmi dimekarkan menjadi satu unit, yakni Unit Betsaida.

Pemekaran ini didasarkan pada Surat Keputusan Majelis Jemaat GPM Tiakur Nomor: 07/KPTS/KLM-JTK/D.14/5/2026 tentang pemetaan, penataan, dan pemekaran unit pelayanan jemaat.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelayanan gereja serta mendukung pembinaan iman jemaat secara lebih terarah dan merata di wilayah Tiakur.

Menyongsong HUT Ke-58 WPP GPM Tiakur Gelar Jalan Sehat Bersama

TIAKUR, jemaatgpmtiakur.com – Menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 Wadah Pelayanan Perempuan (WPP), Gereja Protestan Maluku (GPM) Jemaat Tiakur menggelar rangkaian kegiatan sosial dan kebersamaan, meliputi jalan sehat, pemeriksaan kesehatan gratis, penanaman pohon, membersihkan lingkungan gereja, serta berbagai lomba di setiap sektor pelayanan, Sabtu (2/5/2026).

Kegiatan yang melibatkan jemaat dari berbagai kalangan ini menjadi bagian dari upaya mempererat kebersamaan sekaligus meningkatkan kesadaran hidup sehat di tengah masyarakat gereja.

Perayaan HUT ke-58 WPP GPM Tiakur ini diharapkan menjadi momentum refleksi bagi kaum perempuan gereja untuk terus meningkatkan peran pelayanan, baik di dalam gereja maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Dengan semangat kebersamaan dan pelayanan, WPP GPM Tiakur berkomitmen untuk terus hadir sebagai bagian penting dalam pembangunan iman dan kesejahteraan jemaat di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.