Pentakosta GPM Tiakur Warnai Baptisan Kudus Anak

TIAKUR, jemaatgpmtiakur.com – Ibadah Minggu sekaligus perayaan Hari Pentakosta di Gereja Protestan Maluku Jemaat Tiakur berlangsung sukses dan penuh sukacita dengan pelaksanaan Baptisan Kudus bagi seorang anak, Marvel Croos Silas Imanona, di Gereja Teofani Jemaat GPM Tiakur, Minggu, (24/5/2026)

Marvel Croos Silas Imanona merupakan anak dari pasangan Melkias Marlatu Imanona dan Yunita Sarjune Unawekla. Dalam prosesi baptisan tersebut, turut hadir sebagai orang tua saksi, Pithein D. Lakburlawal dan Evelyn J. Lakburlawal.

Ibadah Pentakosta dipimpin Pendeta F. Lawa yang dalam khotbahnya menegaskan bahwa Hari Pentakosta merupakan momentum turunnya Roh Kudus atas murid-murid Yesus Kristus sekaligus menjadi tanda lahirnya gereja yang hidup dalam kuasa Tuhan.

“Hari Pentakosta bukan hanya berbicara tentang mujizat dan bahasa roh, tetapi tentang hadirnya Roh Kudus yang bekerja dalam keluarga, gereja, dan generasi penerus,” kata Pendeta Lawa di hadapan jemaat.

Menurut dia, baptisan anak bukan sekadar tradisi gereja, melainkan bentuk penyerahan hidup anak kepada Tuhan serta komitmen orang tua untuk mendidik anak di dalam kasih dan takut akan Tuhan.

“Ketika orang tua membawa anak untuk dibaptis, sesungguhnya mereka sedang menyerahkan hidup anak itu kepada Tuhan dan berjanji mendidiknya di dalam kasih dan takut akan Tuhan,” ujarnya.

Dalam khotbahnya, Pendeta Lawa juga mengingatkan pentingnya peran Roh Kudus dalam kehidupan keluarga Kristen. Ia mengajak orang tua untuk menjadikan rumah tangga sebagai tempat pertumbuhan iman bagi anak-anak.

“Hari Pentakosta mengajarkan bahwa Roh Kudus bekerja dalam hidup umat percaya dan keluarga. Serahkan anak-anak kepada Tuhan, didik mereka dalam firman Tuhan, jadilah teladan iman di rumah, dan libatkan Roh Kudus dalam keluarga setiap hari,” katanya.

Pendeta Lawa menjelaskan Baptisan Kudus merupakan tanda penyucian dosa sekaligus meterai keanggotaan seseorang dalam tubuh Kristus.

“Baptisan Kudus adalah tanda bahwa seseorang mengalami penyucian dosa, dimeteraikan sebagai anggota Tubuh Kristus, anak-anak Allah, pewaris Kerajaan Allah, dan menerima karunia Roh Kudus,” ujar dia.

Ia mengutip Injil Matius 28 ayat 19 yang berbunyi, “Pergilah, dan jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.”

Selain itu, Pendeta Lawa juga mengutip Yohanes 3 ayat 5 mengenai pentingnya dilahirkan dari air dan Roh untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengingatkan jemaat mengenai kasih Yesus kepada anak-anak sebagaimana tertulis dalam Markus 10 ayat 13 hingga 16.

“Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah,” kata Pendeta Lawa mengutip Injil Markus.

Menurut dia, baptisan juga menjadi penggenapan janji keselamatan Allah kepada Abraham dan keturunannya sebagaimana tertulis dalam Kitab Kejadian dan ditegaskan kembali dalam Kisah Para Rasul.

Pendeta Lawa menegaskan bahwa setiap orang yang menerima baptisan dipanggil untuk hidup baru di dalam Kristus dan meninggalkan kehidupan yang dikuasai dosa.

“Setiap orang yang telah dibaptis adalah orang-orang yang telah diampuni, disucikan, dan dibarui oleh Kristus. Makna baptisan itu harus diwujudkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari melalui tuntunan Roh Kudus,” katanya.

Tiga Anak Terima Baptisan Kudus di Gereja Eliora

TIAKUR, jemaatgpmtiakur.com – Ibadah Minggu di Gereja Protestan Maluku Jemaat GPM Tiakur berlangsung sukses dengan pelaksanaan Baptisan Kudus bagi tiga anak, yakni Doedy Arawaman, Caitlyn Julna Arawaman, dan Kairos Jhon Arawaman, anak dari Bapak. Semuel Arawaman, Minggu, (17/5/2026).

Prosesi Baptisan Kudus dilaksanakan di Gereja Eliora Jemaat GPM Tiakur dan dipimpin Pendeta B. Pembuaian. Dalam khotbahnya, pendeta menegaskan bahwa Baptisan Kudus merupakan tanda penyucian dosa sekaligus meterai keanggotaan seseorang dalam tubuh Kristus.

“Baptisan Kudus adalah tanda bahwa seseorang mengalami penyucian dosa, dimeteraikan sebagai anggota Tubuh Kristus, anak-anak Allah, pewaris Kerajaan Allah, dan menerima karunia Roh Kudus,” kata Pendeta B. Pembuaian di hadapan jemaat.

Ia menjelaskan, makna baptisan telah ditegaskan dalam Alkitab sebagaimana tertulis dalam Injil Matius 28 ayat 19 yang berbunyi, “Pergilah, dan jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.”

Selain itu, pendeta juga mengutip Yohanes 3 ayat 5 yang menegaskan bahwa seseorang harus dilahirkan dari air dan Roh untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Dalam khotbahnya, Pendeta Pembuaian turut mengingatkan jemaat mengenai kasih Yesus kepada anak-anak sebagaimana tertulis dalam Markus 10 ayat 13 hingga 16. Menurut dia, anak-anak memiliki tempat khusus dalam Kerajaan Allah dan harus dibimbing dalam iman sejak dini.

“Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah,” ujar Pendeta Pembuaian mengutip Injil Markus.

Ia menambahkan, baptisan juga menjadi penggenapan janji keselamatan Allah kepada Abraham dan keturunannya sebagaimana tertulis dalam Kitab Kejadian serta ditegaskan kembali dalam Kisah Para Rasul.

Menurut Pendeta Pembuaian, setiap orang yang telah menerima baptisan dipanggil untuk hidup baru di dalam Kristus dan meninggalkan kehidupan yang dikuasai dosa.

“Setiap orang yang telah dibaptis adalah orang-orang yang telah diampuni, disucikan, dan dibarui oleh Kristus. Makna baptisan itu harus diwujudkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari melalui tuntunan Roh Kudus,” katanya.

Ibadah Baptisan Kudus tersebut berlangsung penuh sukacita dan dihadiri keluarga besar serta jemaat GPM Tiakur yang turut memberikan doa dan dukungan kepada ketiga anak yang menerima sakramen baptisan.

68 Remaja GPM Tiakur Resmi Alih Status

TIAKUR, jemaatgpmtiakur.com – Sebanyak 68 remaja Gereja Protestan Maluku (GPM) Jemaat Tiakur resmi mengikuti alih status ke jenjang katekisasi dalam ibadah Minggu pertama yang berlangsung di Gereja Eliora, Tiakur, Maluku Barat Daya, Minggu (3/5/2026). Momentum ini menjadi tahap lanjutan pembinaan iman bagi generasi muda gereja.

Ibadah dipimpin oleh Pendeta Ruth Saiya yang dalam khotbahnya menekankan pentingnya pendidikan iman berbasis keluarga dan nilai kebijaksanaan dalam kehidupan. Ia menyampaikan tiga pesan utama kepada jemaat.

“Pertama, pastikan bahwa proses pembelajaran dalam rumah tangga terjadi secara langsung, dari orang tua kepada anak, dari kakak kepada adik, sehingga nilai-nilai itu dapat didengar, diterima, dan disimpan dalam hati,” ujar Ruth Saiya dalam khotbahnya.

Ia menambahkan, tanggung jawab pendidikan tidak hanya berada pada negara atau lembaga formal, tetapi juga menjadi tanggung jawab setiap keluarga.

“Kedua, pendidikan adalah tanggung jawab bersama, termasuk rumah tangga. Ketiga, pintar saja tidak cukup, tetapi hikmat membuat kepandaian menjadi berarti dalam kehidupan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat GPM Tiakur, Pendeta Febi Lawa, dalam arahannya menegaskan bahwa alih status ke katekisasi merupakan langkah penting dalam pertumbuhan iman dan kedewasaan hidup remaja gereja.

“Momen ini adalah langkah penting dalam perjalanan iman anak-anak gereja. Pertumbuhan mereka tidak hanya secara fisik dan intelektual, tetapi juga mental, moral, dan spiritual,” ujar Lawa.

Ia menjelaskan bahwa Gereja Protestan Maluku menyediakan pendidikan formal gereja melalui Sekolah Minggu Tunas Pekabaran Injil (SMTPI) dan katekisasi sebagai wadah pembinaan iman yang berkelanjutan.

“Melalui SMTPI, anak-anak dibimbing sejak dini mengenal kasih Tuhan, belajar nilai-nilai Kristiani, hidup disiplin, menghormati sesama, serta membangun karakter takut akan Tuhan,” katanya.

Menurutnya, katekisasi menjadi tahap lanjutan untuk memperdalam pemahaman iman.

“Dalam proses katekisasi, anak-anak akan belajar firman Tuhan, ajaran gereja, makna pengakuan iman, serta tanggung jawab sebagai anggota tubuh Kristus dan saksi Tuhan di tengah dunia,” ujar Lawa

Ia juga menyoroti tantangan generasi muda di tengah perkembangan teknologi, pergaulan bebas, dan pengaruh media sosial.

“Kita perlu mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga sehat secara mental dan kuat secara spiritual,” katanya.

Lawa menambahkan, anak dengan dasar iman yang kuat akan mampu menghadapi tekanan hidup, menjaga pergaulan, serta mengambil keputusan yang benar. Ia mengutip Amsal 22:6 sebagai dasar pembinaan iman.

“Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari jalan itu,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan peran orang tua sebagai pendidik utama dalam keluarga.

“Pendidikan iman pertama dan utama tetap berada dalam keluarga. Gereja membantu, tetapi keteladanan orang tua adalah fondasi utama,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Majelis Jemaat turut menyampaikan apresiasi kepada para pengasuh SMTPI dan pembina remaja gereja.

“Kami berterima kasih atas dedikasi para pengasuh yang terus membina anak-anak dengan penuh kasih dan ketekunan,” ucap Lawa

Selain alih status remaja, ibadah tersebut juga dirangkaikan dengan pemekaran unit pelayanan jemaat. Unit Betania resmi dimekarkan menjadi satu unit, yakni Unit Betsaida.

Pemekaran ini didasarkan pada Surat Keputusan Majelis Jemaat GPM Tiakur Nomor: 07/KPTS/KLM-JTK/D.14/5/2026 tentang pemetaan, penataan, dan pemekaran unit pelayanan jemaat.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelayanan gereja serta mendukung pembinaan iman jemaat secara lebih terarah dan merata di wilayah Tiakur.

Menyongsong HUT Ke-58 WPP GPM Tiakur Gelar Jalan Sehat Bersama

TIAKUR, jemaatgpmtiakur.com – Menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 Wadah Pelayanan Perempuan (WPP), Gereja Protestan Maluku (GPM) Jemaat Tiakur menggelar rangkaian kegiatan sosial dan kebersamaan, meliputi jalan sehat, pemeriksaan kesehatan gratis, penanaman pohon, membersihkan lingkungan gereja, serta berbagai lomba di setiap sektor pelayanan, Sabtu (2/5/2026).

Kegiatan yang melibatkan jemaat dari berbagai kalangan ini menjadi bagian dari upaya mempererat kebersamaan sekaligus meningkatkan kesadaran hidup sehat di tengah masyarakat gereja.

Perayaan HUT ke-58 WPP GPM Tiakur ini diharapkan menjadi momentum refleksi bagi kaum perempuan gereja untuk terus meningkatkan peran pelayanan, baik di dalam gereja maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Dengan semangat kebersamaan dan pelayanan, WPP GPM Tiakur berkomitmen untuk terus hadir sebagai bagian penting dalam pembangunan iman dan kesejahteraan jemaat di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.