Sidang GPM Tiakur Setujui 14 Program Anggaran Rp2,4 Miliar

TIAKUR, jemaatgpmtiakur.com – PERSIDANGAN Ke-XII Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Tiakur resmi menyetujui 14 program dengan 51 kegiatan dan 33 rekomendasi, serta mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Jemaat (APBJ) berimbang sebesar Rp2.473.365.547 untuk tahun 2026. Keputusan ini ditetapkan melalui ketuk palu sidang yang berlangsung di Gedung Gereja Eliora, Minggu (22/3/2026).

Persidangan Ke-XII Jemaat GPM Tiakur yang berjalan sukses menghasilkan delapan Surat Keputusan Persidangan yang menjadi landasan pelayanan jemaat untuk tahun 2026 dan lima tahun ke depan.

Keputusan pertama, Nomor 01/KLM-JTK/PJ-12/3/2026, menetapkan peserta Persidangan Ke-12 Jemaat GPM Tiakur Tahun 2026 yang terdiri dari majelis jemaat, pengasuh, pengurus unit pelayanan, dan utusan dari berbagai sektor di lingkungan jemaat.

Keputusan kedua, Nomor 02/KLM-JTK/PJ-12/3/2026, mengatur jadwal acara Persidangan Ke-12 Jemaat GPM Tiakur Tahun 2026 yang meliputi pra-sidang dan sidang pleno dengan berbagai agenda pembahasan dokumen pelayanan dan keuangan jemaat.

Keputusan ketiga, Nomor 03/KLM-JTK/PJ-12/3/2026, mengesahkan Laporan Umum Pelayanan dan Keuangan Jemaat GPM Tiakur Tahun 2025 sebagai bentuk akuntabilitas pelayanan dan pengelolaan keuangan jemaat selama satu tahun.

Keputusan keempat, Nomor 04/KLM-JTK/PJ-12/3/2026, mengesahkan Rencana Pengembangan Pelayanan Jemaat (RPPJ) GPM Tiakur Tahun 2026-2030 yang memuat visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, serta program-program kerja untuk lima tahun ke depan.

Keputusan kelima, Nomor 05/KLM-JTK/PJ-12/3/2026, menetapkan pembentukan Komisi Kerja Persidangan Ke-12 Jemaat GPM Tiakur Tahun 2026 yang bertugas membahas berbagai dokumen dan merumuskan rekomendasi sidang.

Keputusan keenam, Nomor 06/KLM-JTK/PJ-12/3/2026, menetapkan Program Pelayanan Jemaat GPM Tiakur Tahun 2026 yang terdiri dari 14 program dengan 51 kegiatan yang akan dilaksanakan sepanjang tahun.

Keputusan ketujuh, Nomor 07/KLM-JTK/PJ-12/3/2026, mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Jemaat GPM Tiakur Tahun 2026 dengan total anggaran berimbang sebesar Rp2.473.365.547. Anggaran ini mencakup berbagai pos pendapatan dan belanja untuk mendukung seluruh program pelayanan jemaat.

Keputusan kedelapan, Nomor 08/KLM-JTK/PJ-12/3/2026, menetapkan 33 rekomendasi, pesan persidangan, dan ucapan terima kasih Persidangan Ke-12 Jemaat GPM Tiakur Tahun 2026 yang ditujukan kepada berbagai pihak yang telah mendukung pelayanan jemaat.

Anggaran sebesar Rp2,4 miliar yang disahkan dalam persidangan ini menunjukkan komitmen jemaat untuk melaksanakan program-program pelayanan secara optimal. Anggaran tersebut akan digunakan untuk membiayai 14 program yang mencakup berbagai aspek pelayanan, mulai dari pembinaan rohani, pendidikan kristiani, pelayanan diakonia, pengembangan sumber daya manusia, hingga pemeliharaan sarana dan prasarana gereja.

Sebanyak 51 kegiatan yang telah disetujui akan dilaksanakan secara bertahap sepanjang tahun 2026 dengan melibatkan seluruh elemen jemaat, mulai dari majelis jemaat, pengasuh, pengurus unit pelayanan, wadah pelayanan, hingga organisasi pemuda dan anak.

Sementara itu, 33 rekomendasi yang dihasilkan persidangan mencakup berbagai aspek, mulai dari penguatan kelembagaan jemaat, peningkatan kualitas pelayanan, pengembangan ekonomi jemaat, hingga hubungan jemaat dengan pemerintah daerah dan stakeholder lainnya.

Persidangan juga menetapkan bahwa Sektor Lahairoi akan menjadi panitia pelaksana Persidangan Jemaat Ke-XIII Tahun 2027, melanjutkan estafet penyelenggaraan persidangan jemaat yang dilaksanakan secara bergiliran oleh sektor-sektor di lingkungan Jemaat GPM Tiakur.

Dengan disahkannya berbagai keputusan penting dalam Persidangan Ke-XII ini, Jemaat GPM Tiakur memiliki landasan yang kuat untuk melaksanakan pelayanan yang lebih baik, terukur, dan akuntabel sepanjang tahun 2026 dan lima tahun ke depan menuju satu abad Gereja Protestan Maluku.

Jemaat GPM Tiakur Sahkan RPPJ 2026-2030

TIAKUR, jemaatgpmtiakur.com – Persidangan Jemaat Ke-XII Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Tiakur mengesahkan Rencana Pengembangan Pelayanan Jemaat (RPPJ) 2026-2030 yang akan menjadi pedoman pelayanan lima tahun ke depan. Penyerahan dokumen RPPJ dari Ketua Litbang Jemaat GPM Tiakur, Jonias Iwamony, kepada Ketua Majelis Jemaat GPM Tiakur, Pendeta F. Lawa, dilakukan di Gedung Gereja Eliora, Minggu (22/3/2026).

Ketua Litbang Jemaat GPM Tiakur, Jonias Iwamony, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyelesaian penulisan dokumen RPPJ ini bukan karena kehebatan tim Litbang, tetapi karena kemurahan dan penyertaan Tuhan Yesus sebagai kepala gereja yang telah menuntun proses penyusunan dan uji publik RPPJ hingga selesai.

“Penyelesaian penulisan dokumen RPPJ ini bukan karena kehebatan tim Litbang tetapi, karena kemurahan dan penyertaan Tuhan Yesus sebagai kepala gereja yang telah menuntun kami agar proses penyusunan dan uji publik RPPJ telah selesai dan hari ini kami menyerahkan dokumen ini untuk digunakan sebagai rencana pengembangan pelayanan selama 5 tahun ke depan untuk dilaksanakan sebagai pedoman dalam perencanaan pelayanan,” ujarnya.

Penyerahan dokumen RPPJ ini didasarkan pada Surat Keputusan Persidangan Ke-XII Jemaat GPM Tiakur Tahun 2026 Nomor:04/KLM-JTK/PJ-12/3/2026 tentang Pengesahan Rencana Pengembangan Pelayanan Jemaat GPM Tiakur Tahun 2026-2030.

Dengan disahkannya RPPJ 2026-2030, Jemaat GPM Tiakur diharapkan memiliki arah pelayanan yang jelas dan terukur, sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada jemaat dan masyarakat serta mewujudkan jemaat yang berbuah dalam Tritunggal Allah menuju satu abad Gereja Protestan Maluku.

Simbol Pembukaan Persidangan Jemaat Ke-XII Penyiraman Pohon Koli

TIAKUR, jemaatgpmtiakur.com – Dari menyiram Pohon Koli hingga merumuskan strategi pelayanan lima tahun ke depan Sidang Jemaat Ke-XII GPM Tiakur menjadi forum gerejawi yang melampaui urusan administratif: ia adalah respons iman atas guncangan geopolitik global, krisis ekonomi, dan tantangan teknologi yang kini mengetuk pintu setiap keluarga.

“Pohon koli bukan sekadar pohon biasa. Ia lahir dari tanah Maluku Barat Daya, tumbuh bersama panas, angin, dan kerasnya kehidupan di pulau-pulau kecil. Seperti hidup kita kadang diterpa masalah, kadang diuji keadaan, bahkan kadang hampir kering, tapi tetap bertahan.” Corneles Wonley.

Ketika air disiram ke pohon koli, itu adalah kasih, perhatian, dan tanggung jawab. Demikian pula kehidupan iman kita harus terus disiram dengan kesetiaan dan kasih bersama

GPM Tiakur Gelar Sidang Jemaat Ke-XII Menuju Satu Abad GPM

TIAKUR, jemaatgpmtiakur.com – Gereja Protestan Maluku (GPM) Jemaat Tiakur menggelar Persidangan Jemaat Ke-XII dengan mengusung tema “Anugerah Allah Melengkapi dan Meneguhkan Gereja Menuju Satu Abad GPM” di Gedung Gereja Eliora, Minggu (22/3/2026). Persidangan ini menjadi forum pengambilan keputusan tertinggi di jemaat sekaligus menetapkan Rencana Pengembangan Pelayanan Jemaat (RPPJ) 2026-2030 di tengah tantangan ekonomi global dan perubahan teknologi.

Ketua Klasis GPM Pulau-pulau Letti Moa Lakor, Pendeta Z. Wutwensa, S.Th, dalam arahannya menyampaikan bahwa Jemaat GPM Tiakur harus menjadi gereja yang berbuah di dalam Tritunggal Allah, singkat padat jelas.

“Dengan demikian Jemaat GPM Tiakur semua wajib harus berusaha menjadi gereja yang berbuah di dalam hidupnya di tengah segala tantangan dan juga ancaman yang kita temui,” ujarnya.

Pendeta Wutwensa menyoroti bahwa Sidang Jemaat GPM Tiakur yang ke-XII diselenggarakan dalam situasi geopolitik global yang tidak baik-baik saja karena saat ini sedang berkecamuk perang di Timur Tengah antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.

Perang besar tersebut berdampak tidak hanya pada situasi politik dan keamanan internasional, tetapi juga pada keadaan ekonomi global yang akan turut dirasakan dampaknya meskipun peperangan berada pada radius yang sangat jauh dari keberadaan jemaat.

Dampak dari perang di Timur Tengah membuat keamanan terganggu dan berdampak pada situasi ekonomi global. Inflasi memiliki konsekuensi kenaikan harga bahan pokok yang membuat masyarakat mengalami kekurangan dalam memenuhi kebutuhan, sehingga banyak orang akan hidup dalam kekurangan dan muncul stres serta depresi.

“Oleh karena itu, saya lewat persidangan ini saya minta kepada umat tingkatkan intensitasnya pelayanan tidak bisa kita fokuskan cuma pada komunitas yang ada di jemaat. Tetapi, kita harus melakukan pelayanan dengan intensitas tinggi kepada setiap orang,” tegasnya.

Ketua Klasis menyatakan optimisme bahwa Jemaat GPM Tiakur akan menjadi salah satu jemaat terdepan di Gereja Protestan Maluku karena memiliki kualitas sumber daya manusia yang unggul dibandingkan jemaat lain.

“Saya selaku Ketua Klasis sangat optimis bahwa Jemaat GPM Tiakur akan menjadi salah satu jemaat terdepan di Gereja Protestan Maluku. Jadi, secara subjektif beta bisa klaim bahwa jemaat ini bisa mencapai posisi terbaik GPM karena punya kualitas sumber daya manusia yang lebih, yang unggul dibandingkan jemaat lain di tempat lain di kota,” katanya.

Ketua Majelis Jemaat GPM Tiakur, Pendeta F. Lawa/M, S.Si, dalam pidatonya menyampaikan bahwa sidang jemaat adalah forum pertemuan gerejawi yang dihadiri oleh majelis jemaat dan utusan sektor serta berfungsi sebagai lembaga pengambilan keputusan tertinggi di jemaat.

Sidang Jemaat tahun 2026 berada dalam posisi yang penting dan strategis karena melalui sidang ini akan dilakukan evaluasi atas implementasi Renstra 2021-2025 dan akan menetapkan RPPJ tahun 2026-2030.

“Karena itu, evaluasi yang kritis, cermat dan mendalam diperlukan sehingga dokumen RPPJ yang telah disusun ini menjadi dokumen perencanaan yang sesuai dengan rancangan Tuhan bagi umat dan jemaatnya di Tiakur. Dokumen RPPJ ini pada waktunya harus diimplementasikan dengan baik bagi kesejahteraan tetapi juga untuk hormat dan kemuliaan Tuhan,” ujarnya.

Pendeta Lawa menekankan bahwa masalah keumatan, sosial, dan ekonomi masih menjadi prioritas. Jemaat dituntut untuk semakin berhikmat dalam menjalani aktivitas kehidupan serta mengelola berkat yang Tuhan sediakan di tengah-tengah jemaat.

Efisiensi anggaran pemerintah yang berdampak pada rendahnya peredaran uang dalam masyarakat dan menurunnya daya beli harus disikapi dengan bijaksana. Setiap keluarga harus membangun kemandirian dan ketahanan ekonomi serta mengurangi ketergantungan kepada pihak lain.

Ia mengajak jemaat untuk menghidupkan kembali gerakan keluarga menanam, gerakan keluarga melaut, gerakan keluarga beternak, dan gerakan keluarga memasarkan yang telah dicanangkan sejak lama di GPM.

Lurah Tiakur, Maximilian K. Talupoor, dalam sambutannya menyampaikan dukungan penuh terhadap persidangan dan menyampaikan tiga titipan penting kepada jemaat.

“Ada titipan yang harus saya sampaikan ada tiga hal. Pertama, pembangunan iman. Kedua, bagaimana kita jemaat bisa berkolaborasi dengan pemerintah untuk menciptakan keadaan masyarakat yang aman, nyaman di dalam kota ini. Ketiga, kita harus bersinergi antara jemaat ini dengan pemerintah kelurahan membangun komitmen untuk berantas stunting,” ujarnya.

Lurah juga mengajak jemaat untuk berkolaborasi dalam mengurangi sampah plastik dan menertibkan ternak yang berkeliaran di dalam Kota Tiakur.

Ketua Panitia Persidangan Ke-XII Jemaat GPM Tiakur, Corneles Wonley, melaporkan bahwa persidangan diawali dengan simbol penyiraman pohon koli sebagai penanda tanggung jawab jemaat untuk merawat alam dan persekutuan.

Dana kegiatan persidangan bersumber dari kas jemaat sebesar Rp10 juta dan sumbangan sukarela dari umat di Sektor Ebenhaezer dan Sektor Kairos sebesar Rp26,7 juta, dengan total biaya persidangan Rp36,7 juta.

Melalui Persidangan Jemaat Ke-XII ini, GPM Jemaat Tiakur diharapkan semakin diteguhkan dalam iman, dipersatukan dalam kasih, dan dimampukan untuk melayani dengan setia demi kemuliaan Tuhan menuju satu abad Gereja Protestan Maluku.

GPM Tiakur Bersidang, MelangkahMenuju Satu Abad Pelayanan

Tiakur, jemaaatgpmtiakur.com – Di Gedung Gereja Eliora yang berdiri teguh di jantung Kota Tiakur, ratusan warga jemaat berkumpul dalam suasana sukacita dan penuh harap. Kamis, 19 Maret 2026, menjadi hari yang tidak biasa bagi Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Tiakur: Pra Sidang Ke-12 resmi dibuka sebuah forum penting yang bukan hanya merumuskan arah pelayanan jemaat, tetapi juga menjadi bagian dari langkah besar GPM menuju tonggak satu abad eksistensinya di bumi Maluku.

Dasar Firman 1 Petrus 5:10
“Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.”

Pra Sidang Ke-12 ini digelar sebagai forum konsolidasi dan evaluasi menyeluruh sebelum Sidang Jemaat resmi dilangsungkan. Dalam forum ini, seluruh elemen jemaat mulai dari majelis, penatua, diaken, pengurus unit, pengurus wadah pelayanan hingga pembantu Jemaat lainnya diajak bersama-sama menilai perjalanan pelayanan, merancang program ke depan, dan meneguhkan komitmen bersama di bawah naungan tema besar menuju satu abad GPM.

Ketua Majelis Jemaat GPM Tiakur, Pendeta F. Lawa, membuka acara dengan sambutan yang sarat makna. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Pra Sidang bukan sekadar prosedur formal melainkan sebuah momen sakral di mana jemaat diajak berhenti sejenak, merenung, dan mempersiapkan diri dengan segenap hati untuk memasuki babak pelayanan berikutnya.

Pendeta Lawa memaparkan tiga pilar utama yang menjadi roh dari penyelenggaraan Pra Sidang kali ini: tujuan yang jelas, makna yang mendalam, dan harapan yang tulus. Ketiga hal ini, menurut dia, tidak bisa dipisahkan satu sama lain ketiganya saling menggenapi seperti anugerah Allah yang melengkapi dan meneguhkan umat-Nya.

Tujuan
Menjadi wadah evaluasi dan perencanaan pelayanan jemaat yang terukur, transparan, dan berakar pada nilai Injil.

Makna
Peneguhan iman kolektif bahwa anugerah Allah senantiasa melengkapi setiap langkah gereja dalam melayani umat.

Harapan
Gereja yang semakin kokoh, pelayan yang semakin tekun, dan jemaat yang semakin merasakan kasih Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Di hadapan segenap jemaat yang hadir, Pendeta F. Lawa menyampaikan pesan yang menggugah soal makna sejati dari sidang jemaat. Baginya, forum ini adalah cermin yang memantulkan sejauh mana gereja telah setia menjalankan panggilannya.

“Pra Sidang ini bukan sekadar rapat. Ini adalah ruang di mana kita bersama-sama mendengarkan suara Allah untuk jemaat-Nya merenungkan apa yang telah dikerjakan, dan mempersiapkan diri untuk apa yang masih harus dikerjakan.” ungkap Lawa

Ia juga menekankan bahwa tema yang diusung bukan dipilih secara sembarangan. “Menuju Satu Abad GPM” adalah penanda bahwa gereja sedang berdiri di persimpangan sejarah mewarisi perjuangan para pendahulu sekaligus menanggung tanggung jawab untuk meneruskan tongkat pelayanan kepada generasi berikutnya.

“Anugerah Allah yang melengkapi dan meneguhkan bukan hanya janji di atas kertas. Itu adalah kenyataan yang kita hidupi setiap hari dalam pelayanan ini. Tugas kita adalah setia melayani umat dengan tekun, sesuai kasih Allah yang tidak pernah berubah.” tegasnya.

Soal harapan, Pendeta Lawa menyampaikannya dengan nada yang sekaligus penuh rendah hati dan penuh keyakinan. Ia mendorong seluruh jemaat untuk tidak hanya hadir sebagai peserta sidang, tetapi sebagai pribadi yang sungguh-sungguh terlibat dalam proses penyusunan arah gereja ke depan.

“Harapan kita satu: gereja ini bertumbuh, jemaat ini dikuatkan, dan setiap orang yang memasuki pintu Eliora pulang dengan membawa damai dan penguatan dari Allah yang hidup.” harapnya.

Pra Sidang Ke-12 Jemaat GPM Tiakur berlangsung dalam suasana yang penuh kekhusyukan. Setiap agenda dijalani dengan keseriusan yang mencerminkan kesadaran bersama bahwa sidang ini bukan sekadar pertemuan tahunan biasa melainkan bagian dari tapak panjang sebuah gereja yang tengah bersiap merayakan satu abad berdirinya GPM di Maluku.

Di Gedung Gereja Eliora, di sebuah kota kecil di ujung timur kepulauan Indonesia, langkah kecil itu sedang dipersiapkan dengan sepenuh hati. Sebab seperti yang tertulis dalam 1 Petrus 5:10 Allah yang memanggil akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan, dan mengokohkan. Jemaat Tiakur percaya, janji itu berlaku juga untuk mereka.

GPM Jemaat Tiakur Gelar Uji Publik RPPJ 2025-2030

TIAKUR, jemaaatgpmtiakur.com – Gereja Protestan Maluku (GPM) Jemaat Tiakur menggelar Uji Publik Rencana Pengembangan Pelayanan Jemaat (RPPJ) GPM Tiakur Tahun 2025-2030 di Gedung Gereja Eliora. Selasa, (18/3/2026). Kegiatan ini menjadi tahapan penting dalam penyusunan dokumen perencanaan strategis pelayanan jemaat untuk lima tahun ke depan.

Ketua Litbang Jemaat GPM Tiakur, Jonias D. Iwamony, menjelaskan bahwa penyusunan RPPJ telah melalui sembilan tahapan yang sistematis dan melibatkan berbagai elemen jemaat. Sembilan tahapan tersebut mencakup pembentukan tim penyusun, pengumpulan data, analisis situasi jemaat, identifikasi isu strategis, perumusan visi dan misi, penyusunan program kerja, hingga uji publik sebagai tahap validasi.

Menurut Iwamony, proses penyusunan RPPJ dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan berbagai unsur jemaat agar dokumen yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kebutuhan dan aspirasi seluruh warga jemaat.

Dalam uji publik tersebut, disampaikan bahwa terdapat 11 isu strategis yang menjadi fokus pelayanan GPM Jemaat Tiakur untuk periode 2025-2030. Isu-isu strategis tersebut mencakup berbagai aspek pelayanan gereja, mulai dari pembinaan rohani, pendidikan kristiani, pelayanan diakonia, pengembangan sumber daya manusia, hingga penguatan kelembagaan jemaat.

“Ada 9 tahapan penyusunan RPPJ dan terdapat 11 isu strategis yang menjadi fokus pelayanan jemaat untuk lima tahun ke depan,” jelas Jonias.

Ia menambahkan bahwa identifikasi isu strategis dilakukan berdasarkan analisis mendalam terhadap kondisi internal dan eksternal jemaat, termasuk tantangan dan peluang yang dihadapi dalam konteks pelayanan di wilayah perkotaan seperti Tiakur.

Uji publik ini dihadiri oleh Majelis Jemaat GPM Tiakur, para pengasuh, pengurus unit pelayanan, pengurus wadah pelayanan laki-laki, pengurus wadah pelayanan perempuan, serta pengurus Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM). Kehadiran berbagai elemen jemaat dalam uji publik menunjukkan komitmen untuk menyusun dokumen RPPJ yang inklusif dan representatif.

Dalam sesi uji publik, para peserta memberikan masukan, kritik, dan saran terhadap draft RPPJ yang telah disusun. Berbagai aspek dibahas, mulai dari kesesuaian program dengan kebutuhan jemaat, kelayakan target yang ditetapkan, hingga strategi implementasi yang akan diterapkan.

Masukan dari peserta uji publik akan menjadi bahan penyempurnaan draft RPPJ sebelum disahkan dalam forum resmi jemaat. Proses partisipatif ini diharapkan dapat menghasilkan dokumen perencanaan yang kuat dan dapat diimplementasikan dengan baik oleh seluruh elemen jemaat.

RPPJ merupakan dokumen perencanaan strategis yang menjadi pedoman bagi jemaat dalam melaksanakan berbagai program pelayanan selama lima tahun. Dokumen ini memuat visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, serta program-program kerja yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan jemaat yang berkembang dan melayani dengan optimal.

Dengan tersusunnya RPPJ 2025-2030, GPM Jemaat Tiakur diharapkan memiliki arah pelayanan yang jelas dan terukur, sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada jemaat dan masyarakat di sekitarnya.

Nethanie Selfiana Tiwery Terima Baptisan Kudus di Gereja Eliora

TIAKUR, jemaaatgpmtiakur.com – Gereja Protestan Maluku (GPM) Jemaat Tiakur menggelar baptisan kudus bagi Nethanie Selfiana Tiwery, putri dari Viktor Tiwery asal Unit Tiberias, Sektor Sinai, Minggu (15/3/2026). Baptisan sakral ini berlangsung di Gedung Gereja Eliora dan dipimpin oleh Pendeta Mernex Liharmeha.

Baptisan kudus ini disaksikan oleh Majelis Jemaat GPM Tiakur dan warga jemaat yang hadir memenuhi gedung gereja. Baptisan ini menjadi momen penting dalam kehidupan rohani Nethanie Selfiana sebagai tanda penerimaan ke dalam persekutuan umat Kristen.

Pendeta Mernex Liharmeha dalam khotbahnya menyampaikan makna baptisan berdasarkan Amanat Agung dalam Matius 28:19-20 yang berbunyi, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”
“Baptisan adalah tanda penerimaan dalam keluarga Allah dan komitmen untuk hidup sesuai ajaran Kristus,” jelas Pendeta Mernex kepada jemaat yang hadir.

Keluarga Viktor Tiwery menyambut sukacita pelaksanaan baptisan kudus ini dengan penuh syukur. Warga jemaat turut memberikan dukungan dan doa bagi pertumbuhan iman Nethanie Selfiana di masa mendatang.

SMTPI Jemaat GPM Tiakur Gelar Hari Doa Sedunia Anak, Doakan Nigeria

TIAKUR, jemaaatgpmtiakur.com – Sekolah Minggu Tunas Pekabaran Injil (SMTPI) Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Tiakur menggelar Hari Doa Sedunia Anak (HDSA) dengan fokus khusus mendoakan negara Nigeria. Kegiatan yang mengusung tema “Aku Akan Memberi Kelegaan Kepadamu, Datanglah” berlangsung di Gedung Gereja Eliora, Minggu (8/3/2026).

Kegiatan HDSA diawali dengan puji-pujian yang dipimpin anak-anak SMTPI, menciptakan suasana penuh keceriaan dan kekhusyukan. Doa syafaat dipimpin oleh Pdt. Y. Luan, S.Si, yang membimbing anak-anak untuk mendoakan keadaan di Nigeria, khususnya anak-anak yang mengalami kesulitan dan penderitaan akibat konflik, kemiskinan, dan berbagai tantangan sosial.

Hari Doa Sedunia Anak merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh gereja-gereja di seluruh dunia untuk mengajarkan anak-anak tentang kepedulian terhadap sesama, terutama anak-anak di negara-negara yang mengalami krisis. Setiap tahun, HDSA memfokuskan doa pada satu negara tertentu, dan tahun ini Nigeria menjadi fokus perhatian.

Dalam kegiatan ini, panitia juga memberikan penghargaan kepada anak-anak untuk memotivasi mereka dalam mengikuti kegiatan gereja. Penghargaan pertama diberikan kepada adik Fani Pelmelay sebagai anak yang datang paling tepat waktu.

Penghargaan kedua diberikan kepada Kenneth Wonley sebagai anak yang paling semangat dalam mengikuti kegiatan. Sementara penghargaan ketiga diberikan kepada adik Love dengan kategori anak yang paling berpenampilan menarik (best dressed).

Pemberian penghargaan ini bertujuan tidak hanya untuk mengapresiasi anak-anak, tetapi juga untuk menanamkan nilai-nilai disiplin, antusiasme, dan kepercayaan diri sejak dini.

Kegiatan HDSA ini turut dihadiri dan diberkati oleh Ketua Majelis Jemaat GPM Tiakur Pdt. F. Lawa/M, S.Si, Pdt. Y. Luan, S.Si, Ketua Komisi Anak dan Remaja Helena Bebena, Majelis Sub Seksi Anak dan Remaja, serta para pengasuh SMTPI Jemaat GPM Tiakur.

Kehadiran para pelayan dan majelis jemaat menunjukkan perhatian serius gereja terhadap pembinaan rohani anak-anak sebagai generasi penerus gereja. Melalui kegiatan seperti HDSA, anak-anak diajarkan untuk memiliki kepedulian global dan hati yang penuh kasih terhadap sesama, tidak terbatas pada lingkungan sekitar mereka saja.

HDSA di Jemaat GPM Tiakur menjadi momentum penting dalam membentuk karakter anak-anak yang peduli terhadap isu-isu kemanusiaan di berbagai belahan dunia. Dengan mendoakan Nigeria, anak-anak belajar bahwa doa mereka memiliki kekuatan untuk membawa perubahan dan menghadirkan pengharapan bagi anak-anak lain yang sedang mengalami penderitaan.

Penulis: Enos Wariunsora

GPM Jemaat Tiakur Tahbiskan Satu Penatua dan Satu Diaken Periode 2025-2030

TIAKUR, Jemaatgpmtiakur.com – Gereja Protestan Maluku (GPM) Jemaat Tiakur menggelar pentahbisan satu orang penatua dan satu orang diaken untuk periode pelayanan 2025-2030 di Gedung Gereja Eliora, Minggu (15/2/2026). Pentahbisan ini menjadi penguatan struktur pelayanan jemaat dalam mengemban tugas-tugas pastoral dan pelayanan kepada umat.

Pentahbisan dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Majelis Pekerja Harian Sinode Gereja Protestan Maluku yang dibacakan oleh Sekretaris Jemaat GPM Tiakur, Erik Wilson Talakua. SK tersebut bernomor 108/1/MJ tentang Pengangkatan Majelis Jemaat.

Dua pelayan yang ditahbiskan adalah Jitro Rikko Joltuwu sebagai penatua dan Otsten Pitercolin Surlia sebagai diaken. Keduanya akan mengemban tugas pelayanan di Jemaat GPM Tiakur selama lima tahun ke depan.

Ibadah Pentahbisan berlangsung Sukses dan dilayani oleh Pdt.V.Sambono/L,S.Si disaksikan oleh Jemaat, para pelayan khusus, majelis jemaat. Proses pentahbisan mencakup pembacaan SK, pengucapan janji pelayanan, penumpangan tangan, dan doa syafaat untuk kedua pelayan yang baru ditahbiskan. (EMC-01)

AMGPM Ranting Nazareth Tiakur Jual Bazar untuk Biayai MPPC Ke-2

TIAKUR, jemaatgpmtiakur.com – Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Ranting Nazareth Tiakur menggelar penjualan bazar sebagai bagian dari upaya penggalangan dana untuk kegiatan Musyawarah Pimpinan Paripurna Cabang (MPPC) Ke-2 Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di halaman Gedung Gereja Eliora, Minggu (8/2/2026), dan mendapat sambutan antusias dari jemaat dan masyarakat sekitar.

Bazar yang digelar sejak pagi hari tersebut menawarkan berbagai menu makanan dengan harga terjangkau. Menu yang dijual meliputi ketupat seharga Rp10 ribu per porsi, sayur acar Rp10 ribu per porsi, dan ayam bumbu Rica-Rica (RW) Rp15 ribu per porsi.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kemandirian pemuda gereja dalam membiayai program-program pelayanan dan pembinaan. MPPC sendiri merupakan forum musyawarah penting bagi pengurus dan anggota AMGPM dalam merumuskan arah kebijakan dan program kerja organisasi.

Pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari jemaat Gereja Eliora, tetapi juga masyarakat umum yang tertarik dengan menu yang ditawarkan. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan terasa kental di sepanjang kegiatan bazar.

Penyelenggaraan bazar menjadi salah satu tradisi yang terus dipertahankan oleh AMGPM dalam menggalang dana kegiatan. Selain sebagai ajang penggalangan dana, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi antarjemaat dan melatih jiwa kewirausahaan pemuda gereja.

Dana yang terkumpul dari hasil penjualan bazar akan dialokasikan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan MPPC Ke-2 Tahun 2026. Kegiatan musyawarah tersebut diharapkan dapat menghasilkan program-program yang lebih relevan dengan kebutuhan pemuda gereja dan tantangan zaman.

AMGPM sebagai organisasi kepemudaan gereja terus berupaya mengembangkan kreativitas dan kemandirian anggotanya melalui berbagai kegiatan, baik yang bersifat rohani maupun sosial kemasyarakatan. Kegiatan bazar seperti ini menjadi bukti nyata bahwa pemuda gereja mampu berkarya dan berkontribusi positif bagi komunitas dan gereja. (EMC-01)