GPM Tiakur Bersidang, MelangkahMenuju Satu Abad Pelayanan

Tiakur, jemaaatgpmtiakur.com – Di Gedung Gereja Eliora yang berdiri teguh di jantung Kota Tiakur, ratusan warga jemaat berkumpul dalam suasana sukacita dan penuh harap. Kamis, 19 Maret 2026, menjadi hari yang tidak biasa bagi Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Tiakur: Pra Sidang Ke-12 resmi dibuka sebuah forum penting yang bukan hanya merumuskan arah pelayanan jemaat, tetapi juga menjadi bagian dari langkah besar GPM menuju tonggak satu abad eksistensinya di bumi Maluku.

Dasar Firman 1 Petrus 5:10
“Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.”

Pra Sidang Ke-12 ini digelar sebagai forum konsolidasi dan evaluasi menyeluruh sebelum Sidang Jemaat resmi dilangsungkan. Dalam forum ini, seluruh elemen jemaat mulai dari majelis, penatua, diaken, pengurus unit, pengurus wadah pelayanan hingga pembantu Jemaat lainnya diajak bersama-sama menilai perjalanan pelayanan, merancang program ke depan, dan meneguhkan komitmen bersama di bawah naungan tema besar menuju satu abad GPM.

Ketua Majelis Jemaat GPM Tiakur, Pendeta F. Lawa, membuka acara dengan sambutan yang sarat makna. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Pra Sidang bukan sekadar prosedur formal melainkan sebuah momen sakral di mana jemaat diajak berhenti sejenak, merenung, dan mempersiapkan diri dengan segenap hati untuk memasuki babak pelayanan berikutnya.

Pendeta Lawa memaparkan tiga pilar utama yang menjadi roh dari penyelenggaraan Pra Sidang kali ini: tujuan yang jelas, makna yang mendalam, dan harapan yang tulus. Ketiga hal ini, menurut dia, tidak bisa dipisahkan satu sama lain ketiganya saling menggenapi seperti anugerah Allah yang melengkapi dan meneguhkan umat-Nya.

Tujuan
Menjadi wadah evaluasi dan perencanaan pelayanan jemaat yang terukur, transparan, dan berakar pada nilai Injil.

Makna
Peneguhan iman kolektif bahwa anugerah Allah senantiasa melengkapi setiap langkah gereja dalam melayani umat.

Harapan
Gereja yang semakin kokoh, pelayan yang semakin tekun, dan jemaat yang semakin merasakan kasih Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Di hadapan segenap jemaat yang hadir, Pendeta F. Lawa menyampaikan pesan yang menggugah soal makna sejati dari sidang jemaat. Baginya, forum ini adalah cermin yang memantulkan sejauh mana gereja telah setia menjalankan panggilannya.

“Pra Sidang ini bukan sekadar rapat. Ini adalah ruang di mana kita bersama-sama mendengarkan suara Allah untuk jemaat-Nya merenungkan apa yang telah dikerjakan, dan mempersiapkan diri untuk apa yang masih harus dikerjakan.” ungkap Lawa

Ia juga menekankan bahwa tema yang diusung bukan dipilih secara sembarangan. “Menuju Satu Abad GPM” adalah penanda bahwa gereja sedang berdiri di persimpangan sejarah mewarisi perjuangan para pendahulu sekaligus menanggung tanggung jawab untuk meneruskan tongkat pelayanan kepada generasi berikutnya.

“Anugerah Allah yang melengkapi dan meneguhkan bukan hanya janji di atas kertas. Itu adalah kenyataan yang kita hidupi setiap hari dalam pelayanan ini. Tugas kita adalah setia melayani umat dengan tekun, sesuai kasih Allah yang tidak pernah berubah.” tegasnya.

Soal harapan, Pendeta Lawa menyampaikannya dengan nada yang sekaligus penuh rendah hati dan penuh keyakinan. Ia mendorong seluruh jemaat untuk tidak hanya hadir sebagai peserta sidang, tetapi sebagai pribadi yang sungguh-sungguh terlibat dalam proses penyusunan arah gereja ke depan.

“Harapan kita satu: gereja ini bertumbuh, jemaat ini dikuatkan, dan setiap orang yang memasuki pintu Eliora pulang dengan membawa damai dan penguatan dari Allah yang hidup.” harapnya.

Pra Sidang Ke-12 Jemaat GPM Tiakur berlangsung dalam suasana yang penuh kekhusyukan. Setiap agenda dijalani dengan keseriusan yang mencerminkan kesadaran bersama bahwa sidang ini bukan sekadar pertemuan tahunan biasa melainkan bagian dari tapak panjang sebuah gereja yang tengah bersiap merayakan satu abad berdirinya GPM di Maluku.

Di Gedung Gereja Eliora, di sebuah kota kecil di ujung timur kepulauan Indonesia, langkah kecil itu sedang dipersiapkan dengan sepenuh hati. Sebab seperti yang tertulis dalam 1 Petrus 5:10 Allah yang memanggil akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan, dan mengokohkan. Jemaat Tiakur percaya, janji itu berlaku juga untuk mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *